16 Perusahaan Ini Dinilai Paling Siap Hadapi Indonesia Digital 2045
VIVATechno – Di tengah tekanan disrupsi teknologi dan perubahan perilaku pasar, hanya sedikit perusahaan yang benar-benar siap bertahan.
Tahun ini, 16 perusahaan lintas sektor dinilai berhasil membuktikan bahwa transformasi digital bukan wacana, melainkan strategi nyata yang berdampak langsung pada bisnis.
Penilaian tersebut tercermin dari raihan Indonesia Digital Innovation & Achievement Awards (IDIA Awards) 2025, ajang tahunan yang digelar Majalah Business Asia Indonesia untuk mengukur kesiapan perusahaan menghadapi masa depan ekonomi digital Indonesia.
Penghargaan diserahkan dalam Malam Penganugerahan IDIA Awards 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta sekaligus forum diskusi strategis lewat Executive Business Talks, yang mengulas praktik transformasi digital di balik layar perusahaan-perusahaan penerima penghargaan.
Mengusung tema “Transformasi Digital sebagai Akselerator Inovasi Menuju Indonesia Digital 2045,” IDIA Awards 2025 menegaskan satu pesan penting perusahaan yang lambat beradaptasi dengan teknologi berisiko tertinggal lebih cepat dari yang diperkirakan.
Skill Digital
Ketua Penyelenggara IDIA Awards 2025, Juanda Jafar, menilai transformasi digital kini telah bergeser dari proyek IT menjadi penentu daya saing bisnis.
“Perusahaan tidak cukup hanya mengadopsi teknologi. Yang dinilai adalah konsistensi, dampak, dan kemampuan menciptakan inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan pasar,” ujar Juanda, CEO Majalah Business Asia Indonesia.
IDIA Awards 2025 memberikan penghargaan dalam berbagai kategori, baik korporasi maupun individual, kepada organisasi yang dinilai berhasil membangun budaya inovasi digital dan meningkatkan efisiensi serta produktivitas secara terukur.
Proses penilaian dilakukan ketat melalui scoring, kuesioner, dan wawancara mendalam, ditambah analisis data sekunder dari laporan tahunan perusahaan, peluncuran inovasi, hingga rekam jejak digital di media massa dan platform media sosial.
Ketua Dewan Juri IDIA Awards 2025, Dr. Eng. Hary Budiarto, M.Kom, IPM, menyebut perusahaan-perusahaan penerima penghargaan memiliki satu kesamaan penting kesadaran bahwa teknologi digital adalah kunci keberlangsungan bisnis.
“Transformasi digital bukan lagi keunggulan tambahan, tapi kebutuhan dasar agar perusahaan bisa tetap hidup dan kompetitif,” kata Hary, Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Komunikasi dan Digital.
Menurutnya, banyak perusahaan gagal karena melompat ke teknologi tanpa perencanaan matang. Penyusunan enterprise architecture dan roadmap transformasi digital menjadi fondasi agar investasi teknologi tidak berujung pemborosan.
Kecerdasan Buatan
- id.pinterest.com
Roadmap tersebut mencakup identifikasi kebutuhan teknologi, pengelolaan sumber daya, prioritas proyek, hingga mitigasi risiko, sehingga inovasi berjalan searah dengan visi jangka panjang perusahaan.
Tak kalah krusial, lanjut Hary, adalah membangun mindset digital dari level karyawan hingga pimpinan puncak. Tanpa perubahan pola pikir, transformasi digital hanya akan berhenti di permukaan.
Ia juga menyoroti pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) yang semakin agresif masuk ke proses bisnis perusahaan. AI dinilai mampu memangkas waktu operasional, meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, sekaligus membuka model bisnis baru.
“Perusahaan yang mampu mengintegrasikan AI secara strategis akan bergerak lebih cepat dibanding kompetitornya,” ujarnya.
Menutup rangkaian acara, Hary mengapresiasi para penerima IDIA Awards 2025 dan mendorong perusahaan Indonesia untuk terus adaptif terhadap percepatan teknologi digital.
“Masa depan bisnis tidak menunggu. Perusahaan yang siap hari ini akan menentukan peta persaingan esok hari,” pungkasnya.*