Polisi Evakuasi Korban Banjir Meski Rumah Mereka Sendiri Hanyut

Suasana Kebanjiran
Sumber :
  • Pinterest

VIVATechno – Hujan deras yang mengguyur sejak 24 hingga 27 November 2025 bukan lagi sekadar cuaca buruk. Derasnya berubah menjadi dinding air yang meruntuhkan lereng, memutus akses jalan, menghanyutkan jembatan, dan meneggelamkan rumah warga hingga hanya menyisakan ujung genting.

img_title Ancaman Bencana Meningkat, IISAR 2026 Perkuat Kolaborasi SAR Internasional

Di tengah gelap lumpur dan suara tanah retak yang terus menggema, aparat kepolisian berdiri di garis paling depan. Mereka tetap bekerja meski tempat tinggal mereka sendiri ikut tenggelam jauh di belakang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan SIK SH MH, menyebut 1.030 personel telah diterjunkan sejak hari pertama bencana. 

img_title Life Defense Network, Siap Perkuat Respons Bencana di Asia Pasifik

Personel dari Samapta, Brimob, Dokkes, hingga Bid TIK disebar ke seluruh titik terdampak. Mereka tidak pulang. Mereka bahkan tidak sempat menoleh ke rumah.

“Seluruh daya kami kerahkan. Kami tidak berhenti,” ujar Ferry, Jumat (28/11/2025).

img_title Blackview Active 8 Pro, Tablet Hybrid Tahan saat Hujan Paling Dicari di 2026

Di tengah upaya evakuasi, sebagian besar warga tak mengetahui bahwa banyak personel yang bekerja mengevakuasi korban justru saat rumah mereka sendiri sedang terendam, termasuk keluarga mereka yang menunggu tanpa bantuan.

Asrama Brimob Polri di Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, kini terendam banjir. Namun para personelnya tetap berada di lokasi-lokasi bencana di berbagai daerah Sumatera Utara.

Seorang warga yang terdampak banjir bandang di Desa Pangugunan, Kecamatan Pakkat, Humbahas, tak kuasa menahan haru ketika menceritakan pengorbanan itu.

“Mereka menolong kami. Padahal rumah mereka sendiri tenggelam. Tapi tidak ada yang datang menolong mereka. Itu pengorbanan yang tidak bisa dibalas,” ujarnya.

Beberapa personel mengaku sudah berhari-hari tidak mengetahui apakah kasur mereka sudah hanyut atau masih bertahan. 

Ada yang belum mendengar suara anaknya karena komunikasi terputus sejak hari pertama bencana. Namun semua itu tidak menghentikan langkah mereka.

“Mereka tetap menggali, menggendong, menembus arus banjir yang bisa menyeret siapa pun dalam hitungan detik,” lanjut warga tersebut.

Di Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, pencarian korban longsor berlangsung hingga Kamis malam. Tanah terus bergerak, dengan retakan kecil yang dapat berubah menjadi runtuhan besar kapan pun.

Personel kepolisian menggendong anak-anak, menuntun warga lanjut usia, dan menggali tubuh korban menggunakan sekop kecil saat alat berat tidak mungkin masuk.

Situasi serupa terjadi di Sibolga dan Tapteng, di mana polisi bekerja di tebing yang sudah patah, di bawah langit gelap yang setiap saat bisa mencurahkan hujan susulan.

Bunyi gemuruh air bercampur suara batu yang pecah menjadi alarm alami — pengingat bahwa nyawa para personel setipis warga yang mereka coba selamatkan.

Meski rumah mereka terendam dan keluarga mereka menunggu tanpa pertolongan, para personel kepolisian tetap memilih berada di garis depan bencana.

“Rumah mereka sendiri terendam banjir, tapi tak ada yang menolong,” kata warga Humbahas lainnya, Sihotang.

Ketua Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia, Zandre Badak, menyoroti pengabdian aparat saat bencana sebagai “paradoks terbesar” dalam profesi kepolisian.

Ia menggambarkan bagaimana polisi terus membantu warga yang terjebak banjir, sementara di saat yang sama rumah mereka sendiri ikut terendam tanpa ada seorang pun yang bisa menolong.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Mereka mengevakuasi warga, tapi keluarga mereka juga menjadi korban. Itulah paradoks pengabdian seorang polisi,” ujar Zandre, menegaskan betapa besar pengorbanan yang tak banyak diketahui publik.

Di tengah bencana besar yang melanda Sumatera Utara akhir November 2025, kisah - kisah pengorbanan itu menjadi bukti bahwa para aparat bekerja bukan hanya sebagai petugas, tapi juga manusia yang rela menunda kepentingan pribadi demi menyelamatkan nyawa orang lain.