Ancaman Bencana Meningkat, IISAR 2026 Perkuat Kolaborasi SAR Internasional

IISAR 2026
Sumber :
  • Istimewa

 

Beli Tablet Dapat Stylus Gratis? Cek Daftar Rekomendasi Terbarunya!

 

VIVA – Indonesia resmi membuka Indonesia International Search and Rescue (IISAR) 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Kamis, 9 Juli 2026. 

Stok Beras Nasional Tembus 5,4 Juta Ton, BULOG Waspada Risiko Penurunan Mutu

Forum internasional yang berlangsung selama empat hari itu mempertemukan pemerintah, organisasi internasional, industri, akademisi, hingga komunitas pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) dari 28 negara.

Penyelenggaraan IISAR 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan operasi penyelamatan yang semakin kompleks, mulai dari bencana hidrometeorologi, kecelakaan transportasi, hingga dampak perubahan iklim.

iPad Mini A17 Pro vs Huawei MatePad Mini: Siapa Raja Tablet Ringkas 2026?

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan Indonesia membutuhkan sistem pencarian dan pertolongan yang semakin adaptif karena berada di kawasan Ring of Fire sekaligus menghadapi peningkatan ancaman bencana akibat perubahan iklim.

Menurut Pratikno, setiap menit dalam operasi penyelamatan sangat menentukan keselamatan korban sehingga kemampuan personel harus didukung pemanfaatan teknologi modern.

"Teknologi menjadi penting karena kita tidak bisa menggunakan cara-cara yang lama. Kita harus menggunakan teknologi yang baru. Tetapi lebih dari itu, kemampuan SDM dan empati untuk menyelamatkan nyawa juga sangat penting," kata Pratikno.

Ia menambahkan operasi SAR bukan hanya menjadi tanggung jawab Basarnas, tetapi juga membutuhkan sinergi TNI, Polri, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para relawan agar respons terhadap keadaan darurat dapat berlangsung lebih cepat.

Transfer Pengetahuan Internasional

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, menjelaskan IISAR 2026 merupakan penyelenggaraan perdana yang digelar sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.

Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi ajang pameran teknologi, tetapi juga ruang komunikasi, edukasi, koordinasi, serta kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang SAR.

Peserta berasal dari berbagai negara dengan bentuk partisipasi yang beragam, mulai dari forum ilmiah, diskusi teknis, pameran inovasi, hingga kompetisi kemampuan penyelamatan.

Dalam forum tersebut, peserta berbagi praktik terbaik berdasarkan standar internasional yang diterapkan organisasi seperti International Civil Aviation Organization (ICAO), International Maritime Organization (IMO), dan International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG).

Basarnas menilai pertukaran pengetahuan tersebut penting untuk memperkuat kapasitas penanganan berbagai operasi pencarian dan pertolongan, baik kecelakaan udara, laut, maupun bencana alam.

Halaman Selanjutnya
img_title