Darurat Banjir di Sumbar Sumut dan Aceh, NasDem Turun Total!
- Istimewa/SocialMedia
VIVA - Partai NasDem menyatakan keprihatinan mendalam atas rangkaian bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, terutama di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, sejak akhir November 2025.
Wakil Ketua DPP NasDem, Saan Mustopa, menegaskan bahwa partai langsung mengambil langkah cepat untuk membantu warga yang menjadi korban.
“Kami turut prihatin atas bencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh. Semoga para korban diberikan kekuatan dan musibah ini segera berlalu,” ujar Saan Mustopa, Sabtu 29 November 2025.
Saan memastikan bahwa instruksi resmi sudah dikeluarkan DPP NasDem kepada seluruh struktur partai di semua tingkatan agar turun langsung ke lokasi-lokasi terdampak.
Instruksi tersebut mencakup Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, Pengurus DPW, DPD, DPC, hingga tingkat ranting dan semua kader diminta bergerak cepat, bekerja sama dengan kepala daerah dan tim penanggulangan bencana setempat.
Wakil Ketua DPP NasDem Saan Mustopa
- Istimewa
“Seluruh jajaran diperintahkan segera melakukan tanggap darurat dan membantu masyarakat di wilayah terdampak banjir di Sumbar, Sumut, Aceh, atau di wilayah Sumatra secara umum,” jelas Saan.
NasDem menekankan dua langkah prioritas yang menjadi pegangan kader di lapangan. Memberikan pertolongan pertama kepada warga terdampak mulai dari evakuasi, distribusi kebutuhan darurat, hingga memastikan warga di lokasi banjir menerima bantuan awal yang memadai.
Tujuannya agar bantuan yang dikirim berikutnya lebih tepat sasaran dan menjawab kebutuhan paling mendesak, seperti logistik, obat-obatan, pakaian, hingga akses transportasi.
“Masyarakat menghadapi beban yang sangat berat. Karena itu NasDem meminta seluruh jajaran mengidentifikasi kebutuhan warga dan memberikan bantuan secepat mungkin,” ujar Saan.
Dengan langkah cepat ini, NasDem berharap proses pemulihan warga di Sumbar, Sumut, dan Aceh dapat berjalan lebih efektif dan beban masyarakat bisa segera terkurangi.