Sungai Citarum dan Drainase Disebut Picu Banjir Karawang

Politisi NasDem Tinjau Banjir Karawang
Sumber :
  • Istimewa

VIVA - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Dian Fahrud Jaman, meninjau sejumlah wilayah terdampak banjir di kawasan perkotaan Karawang, Jumat (23/1/2026). 

Life Defense Network, Siap Perkuat Respons Bencana di Asia Pasifik

Dalam kunjungannya, ia juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak.

Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain Kelurahan Mekarjati, Tanjungmekar, dan Perumahan Pedamka. Wilayah - wilayah tersebut diketahui kerap mengalami banjir saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang.

WTP 11 Tahun Beruntun, DPRD Klungkung Awasi Penggunaan Anggaran Daerah

Dalam dialog dengan warga, Dian menerima berbagai keluhan terkait penyebab banjir. Warga menilai sistem drainase yang tidak optimal menjadi faktor utama genangan air yang cepat meluas ke permukiman saat hujan deras.

“Keluhan utama warga adalah drainase yang tidak berfungsi maksimal. Saat hujan berlangsung lama, air tidak tertampung dan akhirnya meluap ke permukiman,” ujar Dian, Sabtu 24 Januari 2026.

Fakta di Balik Video Viral Dugaan Pesta Gay di Karawang Masih Didalami, Usut Tuntas!

Selain masalah drainase, warga juga menyoroti sedimentasi pada saluran irigasi serta rembesan air dari Sungai Citarum yang dinilai memperparah kondisi banjir di kawasan perkotaan Karawang.

Menanggapi hal tersebut, Dian menyatakan DPRD berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), untuk melakukan evaluasi dan perbaikan infrastruktur pengendali banjir.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk evaluasi dan perbaikan drainase, sedimentasi irigasi, serta penanganan rembesan Sungai Citarum. Penanganan harus dilakukan secara konkret dan cepat,” tegasnya.

Dian berharap sinergi antara pemerintah daerah dan instansi teknis dapat menghasilkan solusi komprehensif agar persoalan banjir tidak terus berulang dan merugikan masyarakat.

Sementara itu, bantuan sembako yang disalurkan diharapkan dapat membantu meringankan beban warga terdampak, terutama mereka yang aktivitas sehari-harinya terganggu akibat genangan air.*