Polisi Evakuasi Korban Banjir Meski Rumah Mereka Sendiri Hanyut

Suasana Kebanjiran
Sumber :
  • Pinterest

Situasi serupa terjadi di Sibolga dan Tapteng, di mana polisi bekerja di tebing yang sudah patah, di bawah langit gelap yang setiap saat bisa mencurahkan hujan susulan.

img_title Sungai Citarum dan Drainase Disebut Picu Banjir Karawang

Bunyi gemuruh air bercampur suara batu yang pecah menjadi alarm alami — pengingat bahwa nyawa para personel setipis warga yang mereka coba selamatkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski rumah mereka terendam dan keluarga mereka menunggu tanpa pertolongan, para personel kepolisian tetap memilih berada di garis depan bencana.

img_title Darurat Banjir di Sumbar Sumut dan Aceh, NasDem Turun Total!

“Rumah mereka sendiri terendam banjir, tapi tak ada yang menolong,” kata warga Humbahas lainnya, Sihotang.

Ketua Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia, Zandre Badak, menyoroti pengabdian aparat saat bencana sebagai “paradoks terbesar” dalam profesi kepolisian.

img_title Tips Berkendara Saat Hujan agar Motor Tidak Mudah Rusak

Ia menggambarkan bagaimana polisi terus membantu warga yang terjebak banjir, sementara di saat yang sama rumah mereka sendiri ikut terendam tanpa ada seorang pun yang bisa menolong.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Mereka mengevakuasi warga, tapi keluarga mereka juga menjadi korban. Itulah paradoks pengabdian seorang polisi,” ujar Zandre, menegaskan betapa besar pengorbanan yang tak banyak diketahui publik.

Di tengah bencana besar yang melanda Sumatera Utara akhir November 2025, kisah - kisah pengorbanan itu menjadi bukti bahwa para aparat bekerja bukan hanya sebagai petugas, tapi juga manusia yang rela menunda kepentingan pribadi demi menyelamatkan nyawa orang lain.