Kasus Chromebook, Integritas dan Proses Hukum Nadiem Makarim Disorot
VIVATechno – Kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus menjadi sorotan publik.
Nama mantan Menteri Nadiem Anwar Makarim ikut terseret dalam pusaran kasus tersebut setelah Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai tersangka.
Namun, di tengah proses hukum yang berjalan, muncul berbagai pandangan yang mempertanyakan keabsahan penetapan status hukum terhadap Nadiem.
Sejumlah pihak menilai, kasus ini perlu dikawal dengan hati-hati agar tidak terjadi kriminalisasi terhadap individu yang dinilai berintegritas tinggi dan telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.
Dalam sidang lanjutan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (8/10/2025), isu soal integritas dan prinsip antikorupsi keluarga Nadiem kembali mengemuka.
Beberapa pengamat menyebut, keluarga besar Nadiem dikenal menjunjung tinggi nilai kejujuran dan transparansi sejak lama, termasuk ayahnya, Nono Anwar Makarim, yang pernah menjadi anggota Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pengamat menegaskan, jika memang ada kesalahan dalam proses hukum, hal itu harus diluruskan agar tidak menciderai prinsip keadilan.
“Kriminalisasi terhadap individu yang tidak bersalah justru bisa mencoreng wajah penegakan hukum kita. Negara modern tidak boleh berjalan seperti itu,” ujarnya di sela sidang praperadilan.
Tim Kuasa Hukum Nadiem pun menegaskan bahwa penetapan tersangka yang dilakukan Kejaksaan Agung dianggap cacat hukum, baik secara formil maupun materiil.
Mereka menilai, dua alat bukti yang digunakan belum cukup kuat dan belum ada perhitungan resmi kerugian negara dari lembaga berwenang.
Permohonan praperadilan yang diajukan tercatat dengan nomor perkara 119/Pid.Pra/2025/PN Jkt.Sel.
Dalam permohonan itu, tim hukum meminta agar penetapan tersangka dibatalkan karena dianggap tidak memenuhi unsur hukum yang sah.
Nadiem sendiri disebut tetap kooperatif dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Di tengah sorotan publik, ia berharap kasus ini dapat diselesaikan secara adil, transparan, dan berlandaskan pada bukti yang objektif.
Kasus Chromebook ini kini menjadi salah satu perkara paling disorot di penghujung 2025, karena melibatkan nama besar yang sebelumnya dikenal sebagai inovator dan tokoh muda berprestasi di sektor teknologi dan pendidikan nasional.*