Era Baru Tambang Hijau: Dari Perusak Alam Jadi Penyelamat Bumi!

Ilustrasi Pertambangan
Sumber :
  • Pinterest/ Vecteezy

VIVATechno — Industri tambang kini tak lagi bisa hanya berbicara soal produksi dan ekspor. Dunia berubah, dan sektor pertambangan Indonesia pun dituntut ikut berubah: lebih hijau, lebih transparan, dan lebih manusiawi.

img_title Nama Rimawan Pradiptyo Dicatut dalam Isu Vendor 5G, Begini Bantahannya

Sektor ini selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi besar mencapai 12 persen terhadap PDB nasional dan menyumbang Rp140,5 triliun untuk kas negara pada 2024. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, di balik capaian itu, tersimpan tantangan serius: tingginya emisi karbon dan rendahnya tingkat pemulihan lingkungan pascatambang.

img_title Kedaulatan Digital Indonesia Disorot di Tengah Penentuan Vendor 5G

Data terbaru mencatat, aktivitas tambang masih menghasilkan sekitar 45 juta ton CO₂ setiap tahun. 

Sementara area reklamasi baru menyentuh 7.920 hektare pada 2023 angka yang belum sebanding dengan luas tambang aktif di seluruh Indonesia.

img_title UGM dan Ewindo Amankan Plasma Nutfah dari Ancaman Erosi Genetik

Dari Eksploitasi ke Transformasi

Kondisi ini menjadi panggilan perubahan besar. Pemerintah pun menargetkan penurunan emisi karbon hingga 29 persen pada tahun 2030. Tapi target ambisius itu tak akan tercapai tanpa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, industri, dan akademisi.

Salah satu upaya nyata datang dari PT Vale Indonesia Tbk, yang bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan didukung oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam gelaran talkshow “Sustainable Mining for The Future”, yang berlangsung pada 1 Oktober 2025 di Yogyakarta.

Mengusung tema “Building a Young Generation for Sustainable Mining through Innovation, Collaboration, and Good Mining Practices,” acara ini mengajak generasi muda untuk memahami bahwa masa depan pertambangan tak bisa lagi dipisahkan dari tanggung jawab lingkungan.

Dua Sayap Transformasi Hijau

 

Ilustrasi Pertambangan

Photo :
  • Pinterest

Acara dibuka oleh Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt., Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM. Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memperkuat penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) di sektor pertambangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Prof. Puji, transformasi hijau tak bisa hanya datang dari regulasi pemerintah. Dunia akademik harus ikut mencetak sumber daya manusia yang paham prinsip keberlanjutan dan siap terjun ke lapangan untuk mengimplementasikannya.

Forum ini menghadirkan berbagai tokoh lintas bidang, di antaranya Bernardus Irmanto (CEO PT Vale Indonesia Tbk), Lilik Kurniawan (Kementerian ESDM), serta Dr.Eng. Ir. Lucas Donny Setijadji (Departemen Teknik Geologi UGM).

Halaman Selanjutnya
img_title