Inovasi Riset Agrikultur Pupuk Kujang Siap Guncang Pasar
- Freepik/Pinterest
VIVATechno – Sebuah pemandangan berbeda tersaji saat jajaran direksi dan komisaris Pupuk Kujang meninjau kawasan Kujang Agriculture Modern Pioneer National (KAMPIOEN).
Di dalam ruangan indoor growing, tampak deretan paprika berwarna-warni bergelantungan segar.
Tanaman itu tumbuh rapi dengan cahaya, nutrisi, dan kelembaban yang diatur serba presisi. Buahnya montok, cerah, dan berkilau seolah siap dipanen kapan saja.
Tak jauh dari sana, barisan greenhouse berisi golden melon menyambut. Buah melon kuning keemasan itu tampak menggoda. Saat dibelah, daging buahnya berwarna kekuningan, renyah, sedikit berair, dan manis menyegarkan.
“Semua tanaman di sini dibudidayakan dengan teknik modern. Hasilnya sehat, berkualitas, dan panennya melimpah,” ujar Direktur Utama Pupuk Kujang, Budi Santoso Syarif, Kamis 2 Oktober 2025.
Sentra Hortikultura dan Pangan Modern
Selain greenhouse, Kujang KAMPIOEN juga memiliki sentra hortikultura untuk cabai dan bawang merah.
Ada pula sentra pangan seluas 5 hektare yang menjadi lokasi uji coba mekanisasi pertanian hingga analisis ekonomi beras.
Direktur Utama Pupuk Kujang Budi Santoso
- Istimewa
Tidak hanya itu, KAMPIOEN juga berfungsi sebagai pusat riset untuk mengembangkan formula pupuk modern.
Salah satunya adalah NPK berbasis nitrat dengan merek Nitroku, yang diuji pada cabai dan bawang merah.
Di lahan 4.000 meter persegi, pupuk Nitroku mampu menghasilkan 18 ton bawang merah per hektare dengan warna lebih pekat dan aroma lebih kuat.
Riset NPK Nitrat, Strategi Kurangi Impor
Menurut Ade Cahya Kurniawan, Sekretaris Perusahaan Pupuk Kujang, riset pupuk NPK nitrat sudah berjalan sejak 2024, mulai dari tahap ideasi, formulasi, hingga uji efikasi pada cabai, tomat, hingga kentang.
Langkah ini sangat strategis, karena selama ini kebutuhan nasional NPK nitrat sekitar 500 ribu ton per tahun masih dipenuhi lewat impor dari Eropa dan Tiongkok.
Untuk mengurangi ketergantungan impor, Pupuk Kujang siap membangun pabrik NPK nitrat pertama di Indonesia, berkapasitas 100 ribu ton per tahun di Cikampek. Proses pembangunan dijadwalkan dimulai akhir 2025.
Panen Padi untuk Warga
Tak hanya riset pupuk, Kujang KAMPIOEN juga mengembangkan komoditas pangan utama seperti padi.
Usai panen, sebanyak 1,2 ton beras berkualitas tinggi dibagikan gratis kepada warga Kalihurip sebagai wujud berbagi kebahagiaan.*