Sampah Plastik di Karawang Disulap Jadi BBM RON 92
- Istimewa
VIVA – Sampah plastik yang selama ini menjadi momok lingkungan kini menemukan “kehidupan kedua”. PT Pupuk Kujang, anak usaha Pupuk Indonesia (Persero), menghadirkan solusi nyata dengan mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif yang kualitasnya setara bensin non-subsidi.
Langkah ini bukan sekadar program lingkungan, tetapi juga strategi efisiensi energi dan pengelolaan sampah berkelanjutan di kawasan industri.
Berbagai jenis sampah plastik mulai dari kantong kresek, botol minuman kemasan, hingga limbah plastik operasional dikumpulkan dan dipilah terlebih dahulu di area Pupuk Kujang.
Plastik yang telah diseleksi kemudian diproses menggunakan teknologi pirolisis, sebuah metode pemanasan tanpa oksigen yang mampu memecah struktur plastik menjadi energi.
Kasmadi, VP Departemen K3LH Pupuk Kujang, menjelaskan bahwa proses ini dijalankan bersama Get Plastic, organisasi nirlaba yang fokus pada solusi lingkungan berbasis teknologi.
“Melalui mesin pirolisis yang telah dimodifikasi dengan sistem penyulingan, asap hasil pembakaran plastik langsung dikondensasi menjadi cairan. Cairan inilah yang menjadi bahan bakar minyak,” ujar Kasmadi dalam keterangannya, Rabu 17 Desember 2025.
Produksi BBM Alternatif
- Istimewa
Setara BBM Non Subsidi
BBM hasil olahan sampah plastik ini bukan eksperimen semata. Berdasarkan hasil uji laboratorium Pertamina, bahan bakar tersebut memiliki Research Octane Number (RON) hingga 92,3, setara dengan bensin non-subsidi yang beredar di Indonesia.
Tak hanya itu, pengujian juga dilakukan di Sucofindo dan LEMIGAS, serta dikaji oleh Kelompok Teknologi Separasi, Katalis, dan Permodelan.
“Dari sisi keamanan dan kualitas, BBM ini sangat layak digunakan untuk kendaraan bermotor,” kata Ine Febriyanti, Divisi Program Get Plastic.
Selain mengurangi penumpukan sampah plastik, BBM alternatif ini membuka peluang efisiensi biaya operasional, khususnya untuk sektor transportasi internal perusahaan.
“Program ini memberikan dua keuntungan sekaligus: lingkungan yang lebih bersih dan penghematan biaya bahan bakar,” kata Kasmadi.
Pada tahap awal, satu unit mesin pirolisis telah dioperasikan di kawasan perumahan Pupuk Kujang. Dengan kapasitas tersebut, 5 kilogram sampah plastik dapat menghasilkan sekitar 5 liter bahan bakar.
Menariknya, proses pirolisis tidak hanya menghasilkan BBM cair. Plastik yang dipanaskan dalam kondisi minim oksigen juga menghasilkan residu padat yang dapat dimanfaatkan sebagai briket bahan bakar.