Filipina Tembus 54 Persen! Ini Daftar Negara dengan Kenaikan BBM Tertinggi 2026

Jenis BBM
Sumber :
  • id.pinterest.com

 

Polres Garut dan PLN Resmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Liatrik Umum di Lingkungan Polres

VIVATechno - Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah sepanjang 2026 memicu lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) secara global. Data dari Global Petrol Prices mencatat sedikitnya 85 negara mengalami kenaikan signifikan dalam tiga pekan terakhir. 

Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka menempati posisi teratas dengan lonjakan paling agresif, sementara Indonesia justru mencatat kenaikan relatif rendah.

Niat Beli Mobil Listrik? Intip Dilema Pajak dan Realita Antre SPKLU Juli 2026

Filipina menjadi negara dengan kenaikan tertinggi, mencapai 54,2 persen, disusul Vietnam yang mengalami lonjakan hingga 50 persen dalam periode singkat. 

Sri Lanka juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 33,8 persen, sementara negara lain seperti Kenya dan Mesir mengalami peningkatan bertahap dengan tekanan yang tetap terasa di tingkat domestik.

Pemilik Mobil Bensin Syok! Segini Beda Ongkos Jalan Pakai EV di 2026

Indonesia Tahan Lonjakan, Ini Faktor Penahannya

Di tengah tekanan global, Indonesia mencatat kenaikan harga BBM sebesar 2,8 persen salah satu yang terendah di dunia. 

Stabilitas ini tidak terlepas dari kebijakan intervensi pemerintah melalui subsidi energi dan sistem harga campuran yang tidak sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar bebas.

Langkah tersebut terbukti efektif dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menahan dampak langsung dari volatilitas harga minyak global. Meski demikian, Indonesia tetap terdampak karena ketergantungan pada impor energi.

Kapasitas kilang domestik yang berada di kisaran 1,1–1,2 juta barel per hari belum mampu memenuhi kebutuhan nasional yang mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. 

Bahkan, produksi BBM siap pakai hanya sekitar 700 ribu barel per hari, sehingga impor menjadi kebutuhan strategis yang tidak terhindarkan.

Lonjakan harga BBM di berbagai negara umumnya dipicu oleh ketergantungan tinggi terhadap impor energi serta lemahnya kapasitas intervensi fiskal.

Filipina mengalami kenaikan ekstrem karena hampir seluruh kebutuhan energinya berasal dari impor dan menerapkan sistem harga pasar bebas. Gangguan distribusi global, termasuk di jalur vital seperti Selat Hormuz, memperparah situasi.

Vietnam menghadapi tekanan akibat pasokan yang terganggu dan mekanisme penyesuaian harga berkala yang mempercepat kenaikan. Pemerintah setempat bahkan memangkas pajak BBM untuk menahan dampak.

Sri Lanka berada dalam posisi rentan akibat keterbatasan fiskal, sehingga tidak mampu memberikan subsidi besar. 

Sementara Kenya mengalami kombinasi krisis pasokan dan panic buying, sedangkan Mesir memilih menyesuaikan harga secara bertahap dengan mengurangi subsidi.

Halaman Selanjutnya
img_title