Sawah Pintar Berbasis AI Diuji, Solusi Baru Hadapi Krisis Air dan Perubahan Iklim
- Istimewa
"AI bukan untuk menggantikan petani, tetapi menjadi mitra dalam mengambil keputusan berbasis data. Dengan dukungan sensor dan analisis yang tepat, petani dapat mengelola lahan lebih efisien, meningkatkan produktivitas, sekaligus mendukung pertanian rendah emisi," kata Bagoes.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, Fitri, menilai kolaborasi antara inovator, pemerintah, dan kelompok tani dapat menjadi contoh penerapan teknologi pertanian modern di Indonesia.
Ia berharap model pengelolaan sawah berbasis AI tersebut dapat direplikasi di berbagai daerah untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat keberlanjutan sektor pangan nasional.
"Kami berharap model ini dapat diterapkan di berbagai daerah sehingga semakin banyak petani yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi penggunaan air, dan keberlanjutan sektor pertanian," ujarnya.
Melalui Program Beras SAE AWD, para pemangku kepentingan ingin menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil panen, tetapi juga mendorong terciptanya sistem pertanian yang lebih cerdas, hemat sumber daya, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mendukung target ketahanan pangan nasional di masa depan.