Dana Riset BPDP 2026 Fokus Hilirisasi Sawit, Kakao, Kelapa

BPDP
Sumber :
  • Istimewa

VIVATechno - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) resmi membuka program Grant Riset 2026 untuk mendorong inovasi di sektor sawit, kakao, dan kelapa

Dari Reseller ke Bisnis Top Up Game 24 Jam, Ini Strategi Ekspansi Bossdiamond

Melalui webinar panduan pendaftaran, BPDP menegaskan arah baru kebijakan riset yang tidak hanya berhenti pada tahap akademik, tetapi diarahkan hingga hilirisasi dan komersialisasi.

Transformasi mandat BPDP yang kini mencakup tiga komoditas utama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing industri perkebunan nasional. Program ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan produktivitas sekaligus meningkatkan nilai tambah produk di pasar global.

Jalan Banjarwangi Kembali Viral, Usai Batal Diperbaiku

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menyatakan bahwa tahun ini tidak ada pembatasan kuota riset per komoditas. BPDP membuka peluang luas bagi peneliti untuk mengajukan proposal berbasis kebutuhan industri.

Menurutnya, indikator utama keberhasilan program adalah sejauh mana hasil riset dapat diimplementasikan dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha dan petani.

Nama Rimawan Pradiptyo Dicatut dalam Isu Vendor 5G, Begini Bantahannya

Pendekatan ini menandai pergeseran dari riset berbasis output akademik menuju riset berbasis outcome yang terukur, khususnya dalam mendorong hilirisasi produk perkebunan.

Bernilai Ekonomi

Komite Penelitian dan Pengembangan BPDP, Dr. Tony Liwang, menegaskan bahwa setiap proposal harus memenuhi standar kualitas tinggi. Kriteria utama meliputi inovasi, relevansi, dampak luas, serta potensi komersialisasi.

Selain itu, aspek replikabilitas menjadi perhatian utama. Riset diharapkan dapat diterapkan secara luas, termasuk oleh pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), sehingga inovasi tidak eksklusif di laboratorium.

Penilaian proposal juga mengacu pada kelengkapan administratif dan kesesuaian dengan roadmap penelitian yang telah ditetapkan BPDP.

Kepala Divisi Penyaluran Dana Riset BPDP, Rahmat Widiana, mengingatkan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan transparan. Ia mendorong para peneliti untuk tetap berpartisipasi aktif meski menghadapi persaingan tinggi.

Menurutnya, program ini merupakan bagian dari upaya kolektif meningkatkan kualitas riset nasional agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri. Pengajuan proposal dilakukan secara daring melalui portal resmi BPDP. Batas akhir pendaftaran ditetapkan pada 30 Juni 2026.

Proposal wajib disusun secara ringkas dan sistematis dengan maksimal 20 halaman, serta mengacu pada peta jalan riset yang relevan. Sinergi antara akademisi dan dukungan pendanaan diharapkan mampu mempercepat transformasi sektor perkebunan menuju ekonomi hijau berbasis inovasi.