Sky Digital Resmi Dirilis! Teknologi Hybrid Ini Bisa Ubah Industri Printing
VIVA – PT Putra Mutiara Jaya resmi meluncurkan produk terbaru bertajuk Sky Digital dalam sebuah acara di Bandung Convention Center, Selasa (21/4/2026).
Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat posisi di industri digital printing yang terus berkembang di Indonesia.
Acara tersebut dihadiri sekitar 150 undangan yang terdiri dari pelaku industri, mitra bisnis, hingga pengguna teknologi printing. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya minat terhadap inovasi baru yang ditawarkan dalam sektor ini.
Kepala Cabang Solo Putra Mutiara Jaya, Sutiyo, menjelaskan bahwa keunggulan utama produk Sky Digital terletak pada teknologi digital hybrid. Teknologi ini memungkinkan satu mesin menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni mencetak pada media roll dan media flat dalam satu perangkat.
“Dengan sistem hybrid, pelaku usaha tidak perlu lagi menggunakan banyak mesin untuk kebutuhan berbeda. Ini meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan biaya investasi,” ujar Sutiyo, Rabu 22 April 2026.
Selain itu, teknologi berbasis UV printing yang disematkan juga memberikan nilai tambah signifikan. Proses cetak menjadi lebih praktis karena tidak memerlukan coating tambahan pada berbagai jenis material, baik untuk media datar maupun gulungan.
“Inovasi ini memungkinkan fleksibilitas produksi yang lebih luas dengan hasil tetap optimal,” tambahnya.
Dari sisi industri, Sutiyo mengungkapkan bahwa tren digital printing di Indonesia menunjukkan dinamika yang berbeda di setiap wilayah. Di Jawa Tengah, produksi stiker, khususnya untuk kendaraan, masih menjadi sektor dominan.
Sementara di Jakarta, segmen sign graphic mengalami penurunan, namun industri sublimasi justru mengalami pertumbuhan.
Adapun di Bandung, kondisi pasar dinilai relatif seimbang antara berbagai segmen, baik sign graphic maupun sublimasi. Hal ini menjadikan kota tersebut sebagai salah satu pasar potensial untuk pengembangan teknologi printing terbaru.
Ia juga menyoroti pola musiman yang masih memengaruhi industri ini. Biasanya, terjadi penurunan permintaan setelah periode hari raya, namun pasar mulai pulih dan meningkat kembali memasuki bulan April.
“Ini merupakan siklus tahunan yang sudah menjadi pola umum di industri printing,” jelasnya.
Di tengah peluang tersebut, tantangan global tetap menjadi faktor yang perlu diantisipasi. Kenaikan harga bahan baku, khususnya plastik untuk stiker, mengalami peningkatan signifikan hingga 15–20 persen.