Standar Eropa Hantui Industri Baterai RI, CATIB Jadi Sorotan
Fakta ini memperkuat bahwa industri baterai tidak lagi sekadar manufaktur, tetapi juga berbasis sustainability compliance yang ketat.
Pergeseran Compliance-Driven Economy
Industri baterai kini mengalami pergeseran paradigma. Bukan hanya soal kapasitas produksi, tetapi kemampuan memenuhi standar global yang kompleks.
“Industri ini di Karawang harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, antara lain melalui penyerapan tenaga kerja lokal, baik dari sisi jumlah maupun kualitas, dengan peningkatan kapasitas dan kompetensi,” tegas Shanty.
Dalam perspektif experience, ini menunjukkan bahwa daya saing Indonesia ke depan akan ditentukan oleh kecepatan adaptasi terhadap regulasi internasional, bukan sekadar keunggulan sumber daya alam.
Kunjungan DPR RI ini menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan industri baterai nasional harus berjalan seimbang antara orientasi ekspor dan dampak lokal.
Dengan potensi besar Indonesia dalam rantai pasok global, pelaku industri seperti CATIB didorong untuk memperkuat kesiapan teknologi, kepatuhan regulasi, serta kontribusi terhadap ekonomi daerah.
Secara strategis, ini menjadi momentum untuk mempercepat transformasi Indonesia sebagai hub baterai EV dunia.*