Roblox Hadirkan Standar Baru Proteksi Keamanan Anak di Platform Gaming Global

Ilustrasi Roblox
Sumber :
  • Techno VIVA

Techno – Dalam upaya menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi pengguna di bawah umur. Mulai Juni 2026, Roblox salah satu platform hiburan digital terbesar di dunia secara resmi memperkenalkan klasifikasi akun terbaru yang dirancang untuk memisahkan pengalaman bermain berdasarkan kategori perkembangan psikologis anak. Langkah ini diambil sebagai respons proaktif terhadap tantangan perlindungan privasi online yang kian kompleks di era kecerdasan buatan.

img_title Tak Ada Akhlak, Seorang Residivis Tega Mencuri 30 Celengan Milik Anak TK

Highlights:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

  • Segmentasi Usia Baru: Peluncuran kategori Roblox Kids (5-8 tahun) dan Roblox Select (9-15 tahun) untuk membatasi paparan konten.
  • Restriksi Konten Ketat: Akun anak-anak hanya dapat mengakses konten dengan rating "minimal" atau "mild".
  • Verifikasi Biometrik: Penggunaan AI untuk memindai wajah atau dokumen identitas guna memastikan usia pengguna.
  • Transparansi Data: Jaminan penghapusan data pribadi (hard-delete) segera setelah proses verifikasi selesai dilakukan.
  • Visual Monitor: Layar berwarna biru memudahkan orang tua memantau status keamanan akun anak secara instan.
  • Deteksi AI Otomatis: Penggunaan sistem Sentinel untuk mengidentifikasi perilaku berbahaya tanpa menunggu laporan manual.
img_title Tujuh ABH Pelaku Penganiayaan dan Perundungan Siswi MTs di Sukawening Garut

Klasifikasi Akun: Membangun Sekat Berdasarkan Usia

Inovasi utama yang diperkenalkan dalam ekosistem Roblox adalah pembagian akses melalui dua kategori akun baru: versi khusus anak-anak atau "Kids" (usia 5-8 tahun) dan versi seleksi atau "Select" (usia 9-15 tahun). Untuk kategori pertama, perusahaan menerapkan kebijakan drastis dengan menonaktifkan fitur komunikasi secara otomatis. Konten yang tersedia pun sangat dibatasi, hanya mencakup permainan dengan label kematangan "minimal" atau "ringan".

img_title Polisi Dalami Kasus Perundungan Siswi SMP di Garut, Pelaku Diduga Sesama Pelajar

Transisi menuju kategori kedua, yang mencakup usia pra-remaja, memberikan fleksibilitas lebih namun tetap dalam pengawasan ketat. Pada tahap ini, interaksi sosial diizinkan dengan pembatasan gap usia antar peserta percakapan guna meminimalisir risiko manipulasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Strategi ini mencerminkan upaya industri dalam menyeimbangkan kebutuhan sosialisasi digital dengan aspek keselamatan pengguna muda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Teknologi Verifikasi Usia: Antara Akurasi dan Privasi

Salah satu tantangan terbesar dalam menjaga keamanan digital anak adalah memastikan data profil pengguna sesuai dengan identitas asli mereka. Menyadari keterbatasan sistem konvensional, penyedia layanan kini beralih pada sistem verifikasi usia yang memanfaatkan pemindaian biometrik wajah melalui swa-foto video atau pengunggahan dokumen resmi pemerintah.

Halaman Selanjutnya
img_title