Ancaman Eksistensi AI di Balik Serangan Molotov Daniel Moreno-Gama ke OpenAI
- DOJ-US
Techno – Aksi nekat seorang pemuda berusia 20 tahun asal Texas, Daniel Moreno-Gama yang menargetkan pucuk pimpinan industri kecerdasan buatan. Kini menghadapi tuntutan hukum berat setelah melakukan serangan molotov yang menyasar kediaman Sam Altman-OpenAI dan markas besar perusahaan riset AI tersebut di San Francisco. Insiden ini bukan sekadar tindakan kriminal biasa, melainkan manifestasi dari ketakutan mendalam terhadap masa depan eksistensi manusia dan AI.
Highlights:
- Tersangka: Daniel Moreno-Gama, pria berusia 20 tahun asal Texas.
- Target: Rumah pribadi CEO OpenAI Sam Altman dan kantor OpenAI di San Francisco.
- Motif: Ketakutan ekstrem bahwa AI akan menyebabkan kepunahan umat manusia.
- Bukti: Rekaman CCTV menunjukkan pelemparan molotov dan upaya perusakan pintu kantor dengan kursi.
- Manifesto: Dokumen 10 halaman berjudul "Peringatan Terakhir" yang berisi daftar target CEO dan investor teknologi.
Kronologi Teror di San Francisco
Berdasarkan dokumen pengadilan yang dirilis oleh Departemen Kehakiman (DOJ) Amerika Serikat, aksi pria asal Texas ini dimulai pada Jumat pagi pekan lalu. Rekaman surveilans memperlihatkan tersangka mendekati properti milik Sam Altman sebelum melemparkan botol berisi cairan mudah terbakar. Beruntung, petinggi big tech-company ini mengonfirmasi melalui blog pribadinya bahwa bom tersebut memantul dari dinding bangunan sehingga tidak menimbulkan cedera fisik pada penghuni rumah.
Tidak berhenti di situ, tersangka kemudian bergerak menuju kantor pusat OpenAI. Di sana, kamera keamanan menangkap momen saat Daniel Moreno-Gama mencoba menghancurkan pintu kaca menggunakan sebuah kursi. Ia secara terbuka menyatakan niatnya untuk membakar lokasi tersebut dan melukai siapa pun yang berada di dalamnya. Saat polisi tiba, mereka menemukan barang bukti berupa jerigen berisi minyak tanah, pemantik api, dan sebuah dokumen setebal 10 halaman yang diyakini sebagai manifesto anti-teknologi.
Manifesto "Peringatan Terakhir" dan Ideologi Anti-AI
Dokumen yang ditemukan pada tersangka memberikan gambaran mengerikan tentang motif di balik serangan ini. Anti-AI manifesto tersebut dibagi menjadi tiga bagian utama. Bagian pertama bertajuk "Your Last Warning" (Peringatan Terakhir Anda), di mana Moreno-Gama secara eksplisit mengadvokasi kekerasan terhadap para pemimpin perusahaan teknologi.