H-3 Lebaran 2026! Cek CCTV Sebelum Mudik ke Garut-Tasikmalaya
VIVA - Memasuki H-3 Lebaran 2026, arus mudik menuju wilayah selatan Jawa Barat seperti Garut dan Tasikmalaya diprediksi mengalami peningkatan signifikan.
Momentum ini krusial karena banyak pemudik memilih berangkat mendekati hari raya untuk memaksimalkan waktu bersama keluarga.
Dampaknya, risiko kemacetan di jalur utama seperti Tol Cikampek, Cipularang, hingga jalur arteri Nagreg semakin tinggi, sehingga strategi perjalanan menjadi faktor penentu kenyamanan dan keselamatan.
CCTV Real-time Jadi Acuan Pemudik Sebelum Berangkat
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Perhubungan telah menyediakan layanan pemantauan arus lalu lintas secara real-time melalui CCTV online.
Pemudik dapat mengaksesnya melalui situs resmi seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di laman.
Mudik PU : https://mudik.pu.go.id/cctv-tol
Binamarga : https://binamarga.pu.go.id/contents/cctv_tol
Selain itu, aplikasi Travoy milik Jasa Marga juga menyediakan fitur pemantauan langsung kondisi jalan tol. Berdasarkan laporan terbaru, puncak arus mudik gelombang kedua diprediksi terjadi pada 18–19 Maret 2026, bertepatan dengan periode H-3 Lebaran.
Lebih dari 1.500 CCTV Pantau Jalur Mudik Nasional
Data dari pemerintah menunjukkan terdapat lebih dari 1.551 titik CCTV yang tersebar di berbagai ruas jalan tol dan jalur nasional di Indonesia.
Kamera ini memungkinkan pemudik memantau kondisi lalu lintas secara langsung, termasuk kepadatan, perlambatan kendaraan, hingga potensi kemacetan di titik tertentu.
Akses CCTV ini juga terintegrasi dengan berbagai platform, termasuk situs resmi pemerintah daerah seperti Bandung dan Tasikmalaya, serta aplikasi berbasis navigasi. Dengan sistem ini, pemudik dapat memilih jalur alternatif sebelum terjebak kemacetan panjang.
Analisis: Jalur Selatan Jadi Alternatif, Tapi Tetap Rawan
Secara historis, jalur selatan Jawa Barat menjadi alternatif saat Tol Trans Jawa mengalami kepadatan tinggi.
Namun, pada periode H-3 Lebaran, jalur ini justru berpotensi mengalami bottleneck, terutama di titik Nagreg, Limbangan, dan Malangbong yang merupakan penghubung utama ke Garut dan Tasikmalaya.
Dengan meningkatnya volume kendaraan sejak pertengahan Maret, pemudik yang tidak memiliki strategi waktu dan jalur berisiko mengalami keterlambatan signifikan.