83 persen Kursi KA Ludes! Bandung Mulai Diserbu Penumpang Arus Mudik 2026
- Istimewa
VIVA - Pergerakan penumpang kereta api jarak jauh di wilayah Daop 2 Bandung menunjukkan tren peningkatan signifikan pada Rabu, 18 Maret 2026.
Data per pukul 09.00 WIB mencatat total penumpang berangkat dari seluruh stasiun mencapai 17.521 orang, sementara penumpang datang berada di angka 17.181 orang.
Secara rinci, Stasiun Bandung menjadi kontributor utama dengan jumlah penumpang berangkat sebanyak 5.743 orang, disusul Stasiun Kiaracondong sebesar 5.190 orang.
Angka ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang mulai bergerak lebih awal menjelang periode mudik Lebaran 2026.
Sementara itu, untuk penumpang datang, Stasiun Bandung mencatat 5.601 orang dan Kiaracondong sebanyak 2.103 orang.
Pergerakan dua arah ini menunjukkan aktivitas perjalanan yang sudah mulai padat, baik untuk keperluan pulang kampung lebih awal maupun perjalanan bisnis dan keluarga.
Akumulasi Penumpang Tembus 132 Ribu, Indikasi Lonjakan Mobilitas
Jika dilihat secara kumulatif sejak 11 Maret 2026, jumlah penumpang berangkat dari seluruh stasiun di Daop 2 Bandung telah mencapai 132.687 orang.
Rinciannya, Stasiun Bandung menyumbang 40.742 penumpang, sementara Kiaracondong sebanyak 36.046 penumpang.
Di sisi lain, jumlah penumpang datang secara kumulatif juga tidak kalah tinggi, yakni mencapai 120.975 orang. Stasiun Bandung mencatat 33.216 penumpang datang, sedangkan Kiaracondong sebanyak 15.453 penumpang.
Data ini menunjukkan pola mobilitas yang semakin meningkat secara konsisten dalam sepekan terakhir.
Lonjakan ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring mendekatnya puncak arus mudik, terutama dengan semakin banyaknya masyarakat yang memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan.
Penjualan Tiket Capai 289 Ribu, Okupansi Kursi Makin Ketat
Dari sisi penjualan tiket, tren positif juga terlihat jelas. Hingga saat ini, total tiket yang terjual untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026 telah mencapai 289.196 tiket.
Angka tersebut setara dengan tingkat okupansi sebesar 83,6 persen dari total 345.840 kursi yang disediakan.
Tingginya okupansi ini menjadi indikator kuat bahwa permintaan transportasi kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat, terutama karena faktor kenyamanan, ketepatan waktu, serta kemudahan pemesanan berbasis digital.
Fenomena ini juga mencerminkan perubahan perilaku pengguna yang semakin mengandalkan platform digital untuk mengamankan tiket perjalanan jauh hari sebelumnya.
Dengan tingkat okupansi yang sudah mendekati penuh, calon penumpang disarankan segera melakukan pemesanan untuk menghindari kehabisan tiket.