Anak Keluarga Sederhana Lolos Arsitek ITB Tanpa Bimbel Mahal

Arsitek ITB
Sumber :
  • Pinterest

VIVATechno - Kisah inspiratif datang dari Farah Sa’diah Miranti, siswa penerima Beasiswa Perintis angkatan 2025 yang berhasil lolos ke Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB).

XLSMART dan REMIND Pasang Mesin Otomatis Pengumpul Sampah Gadget di ITB

Menariknya, Farah mampu menembus salah satu program studi bergengsi di Indonesia tersebut tanpa mengikuti bimbingan belajar mahal seperti yang umum dilakukan banyak siswa dalam mempersiapkan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Keberhasilan itu diraih melalui proses panjang belajar mandiri dan mengikuti program Learning Camp Beasiswa Perintis yang diselenggarakan Rumah Amal Salman.

Tujuh ABH Pelaku Penganiayaan dan Perundungan Siswi MTs di Sukawening Garut

Hidup Mandiri Sejak SMA di Sekolah Berasrama

Sejak duduk di bangku SMA, Farah telah terbiasa hidup mandiri di sekolah berasrama. Ia menempuh pendidikan di SMAN CMBBS, sebuah sekolah berbasis asrama yang memberikan pembebasan biaya pendidikan bagi siswa berprestasi.

Polisi Dalami Kasus Perundungan Siswi SMP di Garut, Pelaku Diduga Sesama Pelajar

Bagi Farah, lingkungan asrama tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kedisiplinan.

Namun perjalanan menuju kampus impian tidak berjalan mudah. Ketika banyak teman sebayanya mengikuti bimbingan belajar intensif untuk persiapan UTBK, Farah justru harus mencari tambahan penghasilan.

Ia melatih ekstrakurikuler renang untuk membantu kebutuhan ekonomi sekaligus menambah pengalaman mengajar.

Keinginan untuk mengikuti bimbel sempat muncul, tetapi kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuatnya memilih fokus belajar mandiri.

“Orang tua bekerja serabutan dan penghasilan keluarga tidak besar. Saya mencoba belajar sendiri dan meyakinkan keluarga bahwa saya bisa melalui semuanya,” ujar Farah dalam keterangannya, Jumat 6 Maret 2026.

Farah Sa’diah Lolos Arsitektur ITB

Photo :
  • Istimewa

Prestasi Nasional Meski Sering Terkendala Biaya

Di tengah keterbatasan tersebut, Farah tetap mampu menunjukkan prestasi akademik yang membanggakan. Pada 2024, ia berhasil meraih medali emas tingkat nasional dalam ajang Pusprenas dan Indonesia Youth Science (IYS).

Selain itu, beberapa siswa yang ia latih di kegiatan ekstrakurikuler renang juga berhasil meraih prestasi dalam berbagai kompetisi.

Namun tidak semua kesempatan dapat ia ikuti. Beberapa lomba terpaksa ia tinggalkan karena keterbatasan biaya pendaftaran dan perjalanan.

Learning Camp Beasiswa Perintis Jadi Titik Balik

Perjalanan Farah berubah ketika seorang guru mengenalkannya pada program Learning Camp (LC) Beasiswa Perintis yang diselenggarakan Rumah Amal Salman.

Halaman Selanjutnya
img_title