AI Bisa Bikin Kaya tapi Juga Bisa Ngancam Karier

Ilustrasi Kecerdasan Buatan
Sumber :
  • id.pinterest.com

VIVATechno – Era baru kecerdasan buatan (AI) resmi disambut lewat AiDEA Weeks 2025 (AiW) yang digelar mulai 7 November 2025 di Jakarta. 

Polres Garut Luncurkan 10 Trainer Paham AI, Cegah Kejahatan Berbasis AI

Ajang ini menjadi wadah publik untuk memahami, berdialog, dan berkolaborasi dalam menghadapi perubahan besar yang dibawa teknologi AI di berbagai aspek kehidupan.

Dengan tema besar “Embracing The New Age of AI”, AiDEA Weeks menghadirkan forum lintas industri yang mempertemukan pakar, kreator, dan praktisi teknologi untuk membedah bagaimana AI mengubah dunia kerja, industri kreatif, hingga produktivitas manusia.

Polres Garut Luncurkan 10 Trainer Paham AI, Cegah Kejahatan Berbasis AI

Future Jobs: Cara Baru Cuan di Era AI

Sesi pertama bertajuk “Future Jobs & Making Money in the Age of AI” mengupas tuntas peluang dan tantangan ekonomi baru akibat hadirnya AI.

5 Tablet Berfitur AI Lokal Terbaik Agustus 2026: Pengganti Laptop Cerdas

Tampil sebagai pembicara antara lain Founder Madya.id Pandu Truhandito, Founder BelajarGPT William Jakfar, dan Academic & Community Manager Purwadhika Andin Rahmana, dengan Founder DOTS Ai Lab Ghulam Zaidan sebagai moderator.

Mereka menyoroti pentingnya keterampilan baru seperti prompt engineering, yakni kemampuan memberi konteks dan arahan pada sistem AI agar hasil yang dihasilkan tetap relevan dan bernilai.

“Jangan hanya jadi pengguna AI biasa. Harus paham problem-nya, dan bisa menghasilkan multiplay effect agar hasilnya nyata,” ujar Pandu Truhandito, Sabtu 8 November 2025.

Para pembicara juga menegaskan bahwa AI bukan pengganti tenaga kerja manusia, melainkan alat bantu untuk menciptakan nilai ekonomi baru dan efisiensi kerja.

AI dan Revolusi Industri Kreatif

 

Kecerdasan Buatan

Photo :
  • id.pinterest.com

Sesi kedua bertajuk “How AI Impacts & Supercharge Creative Production” menyoroti perubahan besar dalam dunia industri kreatif akibat pesatnya kemajuan AI.

Menurut laporan Adobe Future of Creativity 2023, lebih dari 60% kreator digital mengaku AI mempercepat proses ideasi, namun 45 persen masih khawatir kehilangan sentuhan personal dalam karya mereka.

Sesi yang dimoderatori Daniel Riswandi (Rizvisual Shutterstock ID) ini menghadirkan Sr Art Director Dentsu Creative Kevin Mahesa dan CEO Imajik Brilian Fairiandi.

Kevin menjelaskan, AI kini jadi mitra penting dalam riset ide dan validasi data kreatif. “Kita bisa pakai ChatGPT buat ngecek fakta atau ide. Sangat membantu saat bikin storytelling campaign,” ungkap Kevin.

Sementara Fairiandi menegaskan pentingnya kontrol manusia dalam proses kreatif. “AI itu gak mungkin sekali jadi. Standarnya bisa beda sama standar kita. Makanya manusia tetap harus being control,” ujarnya.

AI untuk Produktivitas dan Pertumbuhan

Sesi ketiga bertajuk “AI for Better Productivity & Growth” mengulas peran AI dalam meningkatkan efisiensi kerja dan pengambilan keputusan.

Diskusi ini menghadirkan Sr Content Operations Manager TikTok Indira Naratisa, Content & Campaign Specialist Ogilvy Buchara Runyandra, dan CEO Videoin.id Bontot Pandawa, dimoderatori oleh Ignatius Hendrik dari Pranala Social.

Para narasumber sepakat bahwa tantangan terbesar bukan hanya soal teknologi, tetapi menjaga keseimbangan antara efisiensi dan sisi kemanusiaan.

“AI bisa memperkuat logika, tapi gak akan pernah bisa dapetin humanity. Rasa dan pengalaman itu tetap milik manusia,” tegas Buchara.

Melalui AiDEA Weeks 2025, publik diajak untuk tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga aktor yang paham arah dan etika pemanfaatan teknologi ini.
Forum ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara manusia dan AI bisa melahirkan inovasi yang produktif, bertanggung jawab, dan tetap humanis.