Dukungan untuk Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Terus Mengalir
VIVATechno – Dukungan terhadap pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, tengah menjadi sorotan publik bukan hanya di dunia nyata, tetapi juga di ranah digital.
Tagar #SoehartoPahlawanNasional kini ramai diperbincangkan di media sosial, menandakan antusiasme masyarakat terhadap usulan tersebut.
Gelombang dukungan datang dari berbagai elemen, mulai dari tokoh agama, akademisi, hingga organisasi masyarakat.
Mereka menilai kiprah Soeharto dalam menjaga stabilitas politik dan ekonomi nasional selama tiga dekade layak mendapat penghargaan tertinggi dari negara.
Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) mengapresiasi langkah Kementerian Sosial yang mengajukan nama Soeharto bersama Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke Dewan Gelar.
Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pemimpin berjasa.
“Pak Harto berperan besar dalam stabilisasi nasional dan pembangunan ekonomi. Di masa beliau, Indonesia dikenal dunia sebagai macan ekonomi Asia dengan program pembangunan yang terencana,” ujar Gus Fahrur dalam keterangannya, Jumat 7 November 2025.
Presiden RI ke 2 Soeharto
Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad menilai kiprah Soeharto tidak hanya terbatas pada masa kepemimpinannya, tapi juga sejak perjuangan kemerdekaan.
“Kami mendukung Bapak Soeharto sebagai Pahlawan Nasional karena jasanya nyata, mulai dari Serangan Umum 1 Maret 1949 hingga keberhasilan swasembada beras,” jelasnya.
Dadang menambahkan, capaian Soeharto dalam bidang pangan dan program Keluarga Berencana (KB) menjadi tonggak keberhasilan yang masih diingat hingga kini.
Dukungan juga datang dari akademisi Prof. Marsuki, Guru Besar Universitas Hasanuddin, yang menilai kepemimpinan Soeharto membawa Indonesia melewati masa - masa sulit.
“Lebih dari 30 tahun beliau memimpin, Indonesia tumbuh stabil dan berhasil memperkuat ekonomi rakyat. Sudah sepantasnya beliau mendapat gelar Pahlawan Nasional,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pengajuan nama Soeharto berasal dari aspirasi masyarakat luas dan telah memenuhi syarat administratif.
“Usulan gelar ini datang dari bawah, dari masyarakat. Semua dokumen dan persyaratan sudah kami teruskan ke Dewan Gelar,” kata Saifullah.
Menjelang peringatan Hari Pahlawan, isu ini menjadi refleksi bagi publik untuk meneladani semangat pengabdian dan kontribusi pemimpin masa lalu terhadap bangsa.