Cek Sekarang! Bisa Jadi Email atau Nomor Kamu Dijual di Dark Web!
- Istimewa
VIVATechno — Di tengah meningkatnya kasus peretasan dan kebocoran data pribadi, semakin banyak orang yang khawatir apakah email atau nomor HP mereka pernah bocor ke dark web.
Data pribadi seperti alamat email, nomor telepon, bahkan password bisa disalahgunakan untuk phishing, penipuan, hingga pencurian identitas.
Sebuah survei menyebutkan bahwa pada semester pertama 2025 saja, lebih dari 13 juta data warga Indonesia terdeteksi dalam kebocoran data global yang tersebar di forum gelap internet atau dark web.
Apa Itu Dark Web dan Bahayanya?
Dark web adalah bagian dari internet yang tidak bisa diakses melalui mesin pencari biasa.
Di sana, banyak data pribadi diperjualbelikan oleh peretas, termasuk data hasil dari pelanggaran sistem keamanan aplikasi atau situs yang kita gunakan sehari-hari.
Cara Cek Apakah Email atau Nomor Kamu Pernah Bocor
Berikut ini adalah langkah-langkah sederhana untuk mengecek kebocoran data secara mandiri :
1. Gunakan Situs “Have I Been Pwned”
Kunjungi: https://haveibeenpwned.com
Masukkan email atau nomor HP (format internasional, contoh: +628123xxxxxxx)
Situs akan memberi tahu apakah data kamu pernah muncul dalam insiden kebocoran data.
2. Cek Lewat Fitur Google "Password Checkup"
Buka https://myaccount.google.com/security-checkup
Login dengan akun Gmail kamu.
Google akan memindai apakah email atau password kamu pernah bocor dan meminta kamu menggantinya.
3. Gunakan Mozilla Monitor
Buka https://monitor.firefox.com
Masukkan alamat email. Jika terdeteksi bocor, kamu akan diberi detail kebocoran dan tahun kejadiannya.
4. Gunakan Fitur “Dark Web Report” di Aplikasi Keamanan
Beberapa aplikasi antivirus seperti Norton, Avast, dan McAfee kini menyediakan fitur dark web monitoring otomatis. Pengguna akan diberi notifikasi jika email mereka ditemukan di database kebocoran.
Langkah Jika Data Kamu Ternyata Bocor
Segera ganti password email, media sosial, dan aplikasi finansial yang terkait. Aktifkan verifikasi dua langkah (2FA) di semua akun penting.
Hindari gunakan password yang sama di banyak akun. Pantau aktivitas mencurigakan di email dan notifikasi login dari perangkat tidak dikenal.
Pertimbangkan menghapus akun lama yang sudah tidak digunakan.