AI Ini Punya IQ 145, Kalahkan Manusia dan Bikin ChatGPT Tersaingi
Cirebon, VIVA Techno – Vivanians, perlombaan kecerdasan buatan kini memasuki babak baru. Jika sebelumnya perusahaan teknologi berlomba menghadirkan AI yang mampu membuat gambar realistis atau menjawab pertanyaan lebih cepat, kini perhatian mulai beralih ke satu pertanyaan yang lebih menarik: siapa AI paling pintar saat ini?
Hasil pengujian terbaru menunjukkan bahwa beberapa model AI modern sudah mampu mencapai tingkat penalaran yang selama ini identik dengan manusia berkemampuan tinggi. Bahkan, sebagian di antaranya berhasil mencatat skor yang biasanya hanya dimiliki kelompok dengan kategori sangat cerdas.
AI Makin Pintar, Persaingan Makin Ketat
Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan AI berlangsung sangat cepat. Perusahaan-perusahaan besar seperti OpenAI, Google, xAI, Anthropic hingga Alibaba terus meningkatkan kemampuan model mereka agar mampu memahami instruksi yang lebih kompleks dan menyelesaikan berbagai tugas secara lebih akurat.
Yang menarik, persaingan kali ini tidak hanya soal kecepatan menjawab, tetapi juga kemampuan berpikir logis dan mengenali pola yang rumit.
Dua AI Rebut Takhta Tertinggi
Berdasarkan pengujian independen yang dilakukan lembaga pemantau perkembangan AI global, dua model berhasil mencatat skor tertinggi dengan angka 145.
Angka tersebut berada jauh di atas rata-rata manusia yang umumnya berada di kisaran 100. Bahkan skor di atas 130 sudah sering dikategorikan sebagai tingkat kecerdasan yang sangat tinggi.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa kemampuan beberapa model AI modern dalam mengenali pola visual dan menyelesaikan persoalan logika telah berkembang sangat pesat dibanding generasi sebelumnya.
Google dan OpenAI Tempel Ketat
Meski posisi puncak ditempati dua model berbeda, persaingan di papan atas berlangsung sangat ketat.
Beberapa model terbaru dari Google dan OpenAI hanya terpaut beberapa poin saja. Perbedaan skor yang tipis menunjukkan bahwa persaingan teknologi AI kini semakin kompetitif dan tidak lagi didominasi satu perusahaan saja.
Di sisi lain, sejumlah model populer yang banyak digunakan masyarakat juga masih menunjukkan performa yang cukup kuat meski tidak berada di posisi teratas.
Bagaimana AI Diukur?
Berbeda dengan pengujian biasa, evaluasi kali ini menggunakan tes pengenalan pola visual yang selama ini sering dipakai untuk mengukur kemampuan penalaran.