Jangan Asal Klik, Modus BBM Gratis Kini Menyebar di Media Sosial

Ilustrasi Phising
Sumber :
  • id.pinterest.com

Cirebon, VIVA Techno - Vivanians, di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap berbagai program bantuan pemerintah, muncul kembali modus penipuan digital yang memanfaatkan isu bantuan sosial dan subsidi BBM untuk menjebak korban.

img_title Polres Garut dan PLN Resmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Liatrik Umum di Lingkungan Polres
data-writing-block-fullscreen-fallback-target="inline">

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah tautan mencurigakan beredar luas melalui media sosial, grup percakapan, hingga aplikasi pesan instan. Pelaku memanfaatkan narasi seputar bantuan tunai, subsidi bahan bakar, hingga kuota gratis agar masyarakat tergoda untuk membuka link yang dibagikan.

Sekilas, tampilan situs yang digunakan terlihat meyakinkan. Beberapa bahkan meniru desain lembaga resmi sehingga sulit dibedakan oleh pengguna yang kurang teliti.

Modus Lama dengan Wajah Baru

Skema yang digunakan sebenarnya tidak jauh berbeda dari serangan phishing yang selama ini marak terjadi.

Korban biasanya diarahkan ke sebuah halaman yang mengklaim menawarkan bantuan tertentu. Setelah itu, pengguna diminta mengisi data pribadi seperti nama lengkap, nomor telepon, NIK, alamat email, hingga informasi rekening.

Pada tahap berikutnya, sebagian situs bahkan meminta kode OTP yang dikirim ke ponsel korban. Ketika informasi tersebut diberikan, pelaku dapat memanfaatkannya untuk mengambil alih akun digital maupun mengakses layanan keuangan tertentu.

Mengapa Banyak Orang Masih Terjebak?

Salah satu alasan utama adalah faktor psikologis. Pelaku sengaja menggunakan kata-kata yang memancing rasa urgensi seperti "hari terakhir pendaftaran", "kuota terbatas", atau "pencairan segera ditutup".

Kondisi tersebut membuat sebagian orang terburu-buru mengambil tindakan tanpa sempat memeriksa kebenaran informasi yang diterima.

Selain itu, penyebaran informasi melalui grup keluarga dan media sosial membuat banyak pengguna menganggap pesan tersebut berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

Ciri-Ciri Link yang Perlu Diwaspadai

Ada beberapa tanda yang bisa menjadi alarm bagi pengguna internet:

  • Menggunakan alamat website yang tidak resmi.
  • Meminta data pribadi secara berlebihan.
  • Menjanjikan bantuan dengan proses instan.
  • Meminta kode OTP atau PIN.
  • Menggunakan bahasa yang berlebihan dan mendesak.
  • Meminta pengguna menyebarkan tautan kepada orang lain.

Jika menemukan salah satu ciri tersebut, sebaiknya jangan melanjutkan proses pengisian data.

Cara Melindungi Diri dari Phishing

  • Langkah paling sederhana adalah selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi pemerintah atau lembaga terkait.
  • Jangan mudah percaya pada tautan yang dibagikan secara berantai, terutama jika menjanjikan bantuan dengan syarat yang tidak masuk akal.
  • Selain itu, aktifkan fitur keamanan tambahan pada akun digital dan jangan pernah membagikan kode OTP kepada siapa pun.

Ancaman yang Lebih Besar dari Sekadar Kehilangan Data

Phishing bukan hanya soal pencurian identitas. Dalam banyak kasus, data yang berhasil dikumpulkan pelaku dapat diperjualbelikan atau digunakan untuk berbagai tindak kejahatan digital lainnya.

Karena itu, kewaspadaan pengguna menjadi pertahanan pertama yang paling penting di era digital saat ini.

Sebelum mengklik sebuah tautan yang menjanjikan bantuan atau hadiah, luangkan waktu beberapa detik untuk memastikan sumbernya benar-benar resmi. Langkah sederhana itu bisa menyelamatkan data pribadi dari tangan pelaku kejahatan siber.*

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA