Pasar PC Mulai Lesu, IDC Ungkap Penyebab Laptop Makin Mahal

Pasar PC Mulai Lesu, IDC Ungkap Penyebab Laptop Makin Mahal
Sumber :
  • Pinterest

VIVATechno – Pasar komputer pribadi (PC) global kembali menghadapi tekanan setelah sembilan kuartal berturut-turut mencatat pertumbuhan. Firma riset IDC melaporkan pengapalan PC pada kuartal kedua (Q2) 2026 turun 4,9 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 68,2 juta unit. Penurunan tersebut terjadi di tengah kelangkaan chip memori yang dipicu lonjakan kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

XLSMART dan REMIND Pasang Mesin Otomatis Pengumpul Sampah Gadget di ITB

Kondisi ini menjadi sinyal bahwa industri komputer sedang memasuki fase baru. Jika beberapa tahun terakhir permintaan perangkat meningkat karena siklus pembaruan dan perkembangan AI, kini produsen justru dihadapkan pada biaya komponen yang semakin mahal serta ketidakpastian ekonomi global.

Mengutip laporan IDC yang diberitakan FoneArena, kombinasi kelangkaan memori dan tekanan geopolitik membuat produsen harus mengambil langkah penyesuaian harga demi menjaga keuntungan.

Bukan Sekadar Sosialisasi, Polres Garut Cetak Pioner Paham AI di Kalangan Pelajar

Harga Naik Meski Penjualan Turun

Menurunnya jumlah pengiriman ternyata tidak otomatis membuat pendapatan vendor ikut turun. IDC menilai fenomena yang terjadi saat ini justru berkebalikan, yakni volume penjualan melemah sementara nilai penjualan meningkat akibat kenaikan harga perangkat.

Polres Garut Luncurkan 10 Trainer Paham AI, Cegah Kejahatan Berbasis AI

Research Director IDC untuk Consumer Devices, Jitesh Ubrani, menjelaskan bahwa produsen menaikkan harga lebih cepat dibandingkan penurunan permintaan pasar. Dengan strategi tersebut, perusahaan berupaya menjaga margin keuntungan ketika biaya produksi terus meningkat.

Bagi konsumen, kondisi ini berarti harga laptop dan komputer berpotensi semakin mahal dalam beberapa waktu ke depan. Situasi tersebut juga dapat membuat sebagian pengguna menunda pembelian perangkat baru karena selisih harga yang semakin tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.

IDC memperkirakan kelangkaan chip memori masih akan berlangsung hingga awal 2028. Artinya, tekanan terhadap harga komponen belum menunjukkan tanda-tanda mereda dalam waktu dekat.

AI Jadi Pendorong Krisis Memori

Ledakan pengembangan teknologi AI menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kebutuhan chip memori di seluruh dunia. Produsen semikonduktor kini harus memenuhi permintaan pusat data AI dalam jumlah sangat besar, sehingga pasokan untuk industri PC ikut terpengaruh.

Di sisi lain, tren AI juga mulai masuk ke komputer pribadi melalui fitur pemrosesan AI langsung di perangkat atau on-device AI. Teknologi ini memungkinkan berbagai proses berjalan tanpa selalu bergantung pada layanan cloud sehingga menawarkan privasi lebih baik sekaligus respons yang lebih cepat.

Halaman Selanjutnya
img_title