Fitur AI Jadi Pembeda, Smartwatch Mulai Tinggalkan Smart Band di 2026
VIVATechno - Perangkat wearable memasuki babak baru pada 2026. Jika sebelumnya smart band menjadi pilihan utama karena harganya terjangkau dan mampu memantau aktivitas harian, kini perhatian pasar mulai bergeser ke smartwatch berbasis Artificial Intelligence (AI).
Perubahan tersebut terlihat dari semakin banyaknya produsen yang menghadirkan fitur AI langsung ke jam tangan pintar.
Samsung dijadwalkan menggelar Galaxy Unpacked pada Juli 2026 dengan fokus besar pada ekosistem AI, termasuk lini Galaxy Watch generasi terbaru yang diperkirakan membawa kemampuan kesehatan dan produktivitas berbasis AI yang lebih lengkap.
Di sisi lain, Google juga terus memperluas kemampuan AI melalui platform Gemini dan pengembangan Wear OS, sehingga perangkat wearable tidak lagi sekadar menjadi pelengkap smartphone, tetapi mulai berfungsi sebagai asisten digital yang mampu memahami konteks penggunaan.
AI Membuat Fungsi Wearable Lebih Personal
Berbeda dengan smart band yang umumnya berfokus pada penghitung langkah, detak jantung, dan kualitas tidur, smartwatch terbaru mulai menawarkan pengalaman yang jauh lebih luas.
Fitur-fitur yang mulai diperkenalkan antara lain:
- analisis kesehatan berbasis AI;
- rekomendasi aktivitas harian;
- pengingat olahraga yang lebih adaptif;
- integrasi dengan asisten AI Gemini;
- tampilan widget yang menyesuaikan kebutuhan pengguna.
Wear OS 7 juga membawa peningkatan berupa widget dinamis, efisiensi baterai, fitur keselamatan, serta peningkatan integrasi AI sehingga pengalaman menggunakan smartwatch semakin menyerupai smartphone dalam ukuran yang lebih ringkas.
Samsung sendiri juga telah memperkenalkan pengembangan fitur kesehatan baru seperti Heart Health Score, Daily Cardio Load, hingga Fitness Index melalui pembaruan Samsung Health untuk perangkat Galaxy Watch.
Lalu, Apakah Smart Band Sudah Tidak Layak Dibeli?
Meski smartwatch AI sedang naik daun, bukan berarti smart band kehilangan relevansi. Bagi pengguna yang memiliki kebutuhan sederhana seperti:
- menghitung langkah,
- memantau kualitas tidur,
- memonitor detak jantung,
- atau mencatat aktivitas olahraga ringan,
Smart band masih menjadi pilihan yang ekonomis karena menawarkan daya tahan baterai yang umumnya lebih lama dan harga yang jauh lebih terjangkau.
Sebaliknya, smartwatch AI lebih cocok bagi pengguna yang membutuhkan produktivitas lebih tinggi, seperti membalas notifikasi, menjalankan aplikasi, navigasi, analisis kesehatan yang lebih mendalam, hingga integrasi dengan ekosistem AI.