Satu BTS Disebut Bisa Dongkrak Ekonomi Daerah hingga Rp76 Miliar

ITB Ungkap Peran Besar Konektivitas Digital
Sumber :
  • Istimewa

VIVA - PT LAPI ITB merilis hasil kajian terbaru terkait dampak sosial-ekonomi konektivitas digital di Indonesia. Kajian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur digital memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan UMKM, hingga pemerataan akses layanan digital di berbagai daerah.

img_title Kuliah Umum Web3 di Samarinda Hadirkan Pakar Industri Kripto

Penelitian dilakukan menggunakan kombinasi analisis data ekonomi, model regresi, serta survei lapangan terhadap pelaku usaha di sejumlah wilayah Indonesia. Kajian ini berfokus melihat keterkaitan antara perkembangan konektivitas digital dan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Utama PT LAPI ITB, Yusmar Anggadinata, mengatakan bahwa konektivitas digital kini telah berkembang menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi nasional.

img_title Bongkar Setup Trading Otomatis: Cara Pantau Ribuan Aset Kripto dalam Hitungan Detik

“Konektivitas digital saat ini telah berkembang melampaui fungsi dasarnya sebagai sarana komunikasi. 

Konektivitas tidak lagi hanya dipandang sebagai layanan, tetapi sebagai infrastruktur ekonomi yang memiliki keterkaitan langsung dengan produktivitas, inklusi, dan pertumbuhan sosial-ekonomi di berbagai daerah," ujar Yusmar Anggadinata.

img_title 3 Syarat Mutlak Agar Uang di Bank Dijamin Sepenuhnya oleh LPS

Penambahan BTS Berkorelasi dengan Peningkatan PDRB

Hasil kajian mencatat pembangunan infrastruktur Telkomsel memiliki hubungan langsung dengan peningkatan aktivitas ekonomi regional. Secara estimatif, setiap penambahan satu BTS berkorelasi terhadap peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp76,19 miliar.

Sementara itu, peningkatan penggunaan data sebesar 1 petabyte disebut berkorelasi dengan kenaikan PDRB hingga Rp9,44 miliar. Kajian tersebut juga memperkirakan kontribusi sektor konektivitas digital terhadap pendapatan negara mencapai Rp36,97 triliun sepanjang 2024.

Kajian PT LAPI ITB juga menyoroti dampak konektivitas digital terhadap pelaku UMKM, terutama di wilayah non-perkotaan. Berdasarkan hasil survei, adopsi layanan digital berkorelasi dengan peningkatan performa usaha.

Rata-rata omzet UMKM disebut meningkat hingga 32 persen setelah memanfaatkan layanan digital. Tingkat kepuasan pengguna juga tercatat mencapai 92 persen.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa konektivitas digital menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan produktivitas dan daya saing pelaku usaha lokal di tengah percepatan transformasi digital nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perluasan Akses Digital Bantu Wilayah 3T

Dalam aspek pemerataan akses, kajian menyoroti peran perluasan jaringan digital di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hingga 2024, sekitar 92,4 persen BTS program BAKTI di wilayah 3T disebut mendapat dukungan kontribusi operator nasional melalui skema Universal Service Obligation (USO).

Halaman Selanjutnya
img_title