Danantara Siapkan Platform Rahasia Pengawas Ekspor, Negara Bisa Untung Besar
- Istimewa
VIVA - Chairman Indonesia Bureaucracy and Service Watch (IBSW), Nova Andika, memberikan apresiasi terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto terkait langkah pemerintah menekan kebocoran ekonomi nasional dari sektor ekspor.
Menurut Nova, komitmen tersebut kini mulai diwujudkan melalui sistem ekspor digital terintegrasi yang digagas pemerintah bersama Danantara Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengumumkan pemerintah akan meluncurkan sistem ekspor berbasis digital dalam satu platform terpadu dengan konsep One Platform, Multiple Benefit.
Sistem tersebut ditargetkan mulai diberlakukan pada Januari 2027. Rosan menjelaskan, platform digital itu dirancang untuk memperkuat pengawasan transaksi ekspor nasional sekaligus mencegah praktik manipulasi perdagangan seperti under invoicing dan transfer pricing yang selama ini disebut merugikan negara.
“Pada awal Januari 2027 transaksi ini mulai diberlakukan melalui platform kami dengan konsep one platform, multiple benefit,” ujar Rosan dalam keterangannya.
Danantara Kunci Transparansi Ekspor Nasional
Nova Andika menilai kebijakan tersebut menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah dalam membangun tata kelola perdagangan nasional yang lebih transparan dan akuntabel.
Ia menyebut digitalisasi pengawasan ekspor menjadi langkah strategis untuk mempersempit celah manipulasi data perdagangan yang selama ini terjadi.
“Pidato Presiden Prabowo bukan sekadar retorika. Pemerintah langsung bergerak melalui sistem pengawasan ekspor digital yang lebih modern dan transparan,” kata Nova.
Menurutnya, langkah cepat Rosan Roeslani sebagai CEO Danantara Indonesia juga menunjukkan respons konkret terhadap arahan Presiden dalam menekan kebocoran penerimaan negara dari sektor sumber daya alam.
“Kami melihat Pak Rosan bergerak cepat menerjemahkan arahan Presiden menjadi langkah nyata. Ini penting untuk menghentikan kebocoran pendapatan negara dari sektor komoditas,” ujarnya.
IBSW menilai praktik manipulasi nilai faktur ekspor atau under invoicing hingga transfer pricing menjadi persoalan lama yang menyebabkan potensi penerimaan negara terus berkurang.
Karena itu, Nova mendukung penuh penerapan sistem digital terintegrasi agar transaksi ekspor dapat dipantau secara real time.
Ia berharap sistem baru tersebut mampu meningkatkan transparansi perdagangan sekaligus memperkuat kepercayaan investor dan dunia internasional terhadap sistem ekonomi Indonesia.