Fast Track Financing 2026 Dibuka, Cari 7 Perusahaan B2B Pembiayaan Tembus 80 Miliar

CEO ModalSaham, Muhammad Reza Alkhawarismi
Sumber :
  • Istimewa

VIVA - Perusahaan pembiayaan dan investasi PT Modal Saham Asia Investama atau ModalSaham kembali membuka program Fast Track Financing Batch II-2026 dengan total fasilitas pembiayaan mencapai USD 6 juta atau sekitar Rp100 miliar. 

img_title Bongkar Setup Trading Otomatis: Cara Pantau Ribuan Aset Kripto dalam Hitungan Detik

Program ini ditujukan bagi perusahaan B2B yang dinilai siap melakukan ekspansi bisnis secara terukur. Hingga akhir April 2026, ModalSaham tercatat telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp20 miliar kepada tiga perusahaan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan demikian, masih tersedia plafon Rp80 miliar yang akan dialokasikan untuk tujuh perusahaan terpilih berikutnya. Pendaftaran program dibuka hingga 31 Juli 2026, sedangkan penyaluran pembiayaan berlangsung sampai Oktober 2026.

img_title 3 Syarat Mutlak Agar Uang di Bank Dijamin Sepenuhnya oleh LPS

CEO ModalSaham, Muhammad Reza Alkhawarismi mengatakan, pembiayaan tidak diberikan hanya berdasarkan besarnya kebutuhan dana, melainkan kesiapan bisnis dalam memanfaatkan pembiayaan secara produktif.

Menurut Reza, perusahaan peserta harus mampu menunjukkan bukti transaksi, pelanggan aktif, arus kas yang sehat, serta arah ekspansi bisnis yang jelas. ModalSaham juga menilai proyeksi pengembalian dana agar pembiayaan tidak menjadi beban operasional di masa depan.

img_title Bawa Baterai Monster 10.000mAh, Xiaomi Hancurkan Standar HP 5G

CEO ModalSaham, Muhammad Reza Alkhawarismi, menyampaikan bahwa sisa kuota tersebut tidak ditujukan untuk perusahaan yang hanya mengejar dana besar. Ia menekankan bahwa peserta harus menunjukkan bukti usaha, arah ekspansi, dan kemampuan memakai pembiayaan secara produktif.

“Sisa plafon Rp80 Miliar ini bukan untuk perusahaan yang hanya membawa rencana besar. Kami ingin melihat bukti. Ada pekerjaan yang berjalan, pelanggan yang jelas, aset yang dibutuhkan, dan proyeksi pengembalian yang bisa dibaca. Kalau semua itu kuat, pembiayaan bisa menjadi alat untuk mempercepat pertumbuhan,” ujar Reza dalam keterangannya, Minggu 17 Mei 2026.

Fokus pada Bisnis yang Sudah Teruji

Seleksi peserta dibuat cukup spesifik untuk memastikan pembiayaan tepat sasaran. Perusahaan wajib berbentuk CV atau PT, telah beroperasi minimal dua tahun, memiliki omzet sedikitnya Rp12 miliar per tahun, serta mempunyai rekam BI Checking atau SLIK yang bersih.

Selain itu, perusahaan harus bergerak di sektor business to business (B2B) dengan proyek dan pemberi kerja yang jelas. Wilayah operasional peserta juga dibatasi di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Pembiayaan yang diberikan dapat digunakan untuk modal kerja maupun pembelian aset produktif seperti kantor, gudang, kendaraan operasional, alat berat, mesin produksi, hingga fasilitas pabrik. 

Dana tersebut diarahkan langsung untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan efisiensi operasional perusahaan. Reza menjelaskan, ModalSaham kini tidak hanya menilai aset sebagai jaminan utama, tetapi juga melihat kualitas transaksi bisnis dan kesehatan arus kas perusahaan. 

Model pembiayaan tersebut lahir karena banyak perusahaan B2B memiliki kontrak bisnis sehat namun belum memiliki aset yang cukup besar sebagai agunan ekspansi.

Batch I Suksesor Omzet Perusahaan

Model pembiayaan tersebut sebelumnya telah diuji melalui Fast Track Financing Batch I-2025. Dalam program itu, ModalSaham menyalurkan pembiayaan Rp40 miliar kepada sejumlah perusahaan dari sektor kendaraan listrik, logistik, konstruksi, fabrikasi, pangan, teknologi, hingga outsourcing.

Sejumlah perusahaan penerima pembiayaan disebut berhasil membeli gudang, kantor, kendaraan operasional, hingga fasilitas produksi secara tunai. Bahkan, beberapa peserta mencatat pertumbuhan omzet hingga dua sampai tiga kali lipat dalam waktu satu tahun.

“Kami tidak ingin perusahaan datang hanya karena melihat angka Rp100 Miliar. Angka besar bisa membantu, tetapi juga bisa membebani kalau bisnis belum siap. Perusahaan harus mampu menjelaskan untuk apa dana dipakai, kapan hasilnya terlihat, dan bagaimana pembiayaan itu kembali melalui aktivitas usaha,” ujar Reza.

Menurut Reza, keberhasilan pembiayaan tidak hanya diukur dari pencairan dana, tetapi dampaknya terhadap peningkatan produktivitas bisnis. Mesin produksi dinilai mampu meningkatkan kapasitas, sementara kendaraan operasional mempercepat distribusi dan rantai pasok perusahaan.

Reza juga menekankan pentingnya kesiapan bisnis menuju standar korporasi yang lebih matang, termasuk kemungkinan melantai di Bursa Efek Indonesia pada masa mendatang.

Ia menyebut, perusahaan yang ingin berkembang perlu mulai menata laporan keuangan, tata kelola perusahaan, aset, serta arah pertumbuhan bisnis sejak dini. Pendekatan tersebut juga diperkuat dengan pengalaman Reza di bidang pasar modal dan pembiayaan korporasi.

“Kalau bisnis belum bisa meyakinkan lingkar terdekat, jangan langsung berharap institusi percaya. 3F adalah ujian awal. Dari sana pendiri belajar memakai dana kecil secara bertanggung jawab, mencatat hasilnya dan menunjukkan bahwa usahanya benar-benar proven”, tegas Reza.

Saat ini, Reza diketahui menjabat sebagai Ketua Kompartemen Keuangan, Perbankan, dan Perencanaan Pembangunan BPD HIPMI Jawa Barat periode 2025-2028. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui program Batch II-2026, ModalSaham membuka peluang bagi perusahaan B2B yang telah memiliki transaksi nyata dan rencana pertumbuhan yang terukur untuk memperoleh akses pembiayaan institusional.**