Puncak Disorot! Aksi EIGER Bongkar Fakta Mengejutkan Soal Sampah Hulu
- Istimewa
VIVATechno - Permasalahan sampah di Indonesia masih berada pada fase kritis, terutama di kawasan hulu seperti Puncak, Kabupaten Bogor.
Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) menunjukkan timbulan sampah nasional mencapai 56 juta ton per tahun pada 2023, namun hanya 39 persen yang terkelola dengan baik.
Di tengah kondisi tersebut, aksi konkret dilakukan oleh EIGER Adventure Land bersama pemangku kepentingan lokal dengan mengangkat 6 ton sampah dari kawasan konservasi.
Ketimpangan pengelolaan sampah ini berdampak langsung pada masyarakat, mulai dari pencemaran air, kerusakan ekosistem, hingga meningkatnya risiko bencana seperti banjir dan longsor di wilayah lereng.
Kawasan Puncak sebagai daerah hulu memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Ketika sampah tidak terkelola, dampaknya tidak hanya lokal, tetapi juga menjalar ke wilayah hilir termasuk kawasan perkotaan.
Operasi Bersih Sampah di Megamendung
Pada pertengahan Maret 2026, sebanyak 70 relawan dari EIGER Adventure Land bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) melakukan aksi bersih sampah di Desa Sukagalih, Megamendung.
Dalam tahap awal, tim berhasil mengangkat sekitar 6 ton sampah atau setara empat truk. Berdasarkan estimasi lapangan, total timbulan sampah di lokasi tersebut mencapai 30 ton, sehingga pembersihan dilakukan bertahap.
Direktur Utama EIGER Adventure Land, Imanuel Wirajaya, menegaskan bahwa akar persoalan bukan hanya volume, tetapi perilaku masyarakat.
“Permasalahan sampah di kawasan seperti Puncak tidak hanya soal volume, tetapi juga perilaku. Pembuangan sampah sembarangan dapat berdampak langsung terhadap lingkungan sekitar, mulai dari pencemaran hingga potensi bencana,” ujar Imanuel, Senin 6 April 2026.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan bersama-sama menjaga kawasan ini tetap bersih. Perubahan perilaku dan wajib pilah sampah dari sumber sangat penting diwujudkan,” tambahnya.
Ia menyebut pembuangan sampah sembarangan menjadi pemicu utama pencemaran hingga potensi bencana. Karena itu, perubahan perilaku dan pemilahan sampah dari sumber menjadi langkah krusial.
Pandangan serupa disampaikan oleh Arief Sabdo Yuwono dari IPB University. Ia menekankan bahwa pendekatan konvensional seperti open dumping tidak lagi relevan.