Link CCTV Jalur Selatan Jawa Barat Arus Mudik H-2 Lebaran 2026

Ilustrasi Mudik
Sumber :
  • id.pinterest.com

VIVA - Memasuki H-2 arus mudik Lebaran 2026, pemudik yang melintasi Jalur Selatan Jawa Barat seperti Nagreg, Limbangan hingga Tasikmalaya mulai dihadapkan pada potensi kepadatan kendaraan. 

Bahaya Lupa Amankan Data Digital, Pakar Siber Ungkap Modus Peretasan Baru!

Akses link CCTV realtime menjadi krusial untuk memantau kondisi lalu lintas secara langsung sebelum berangkat. 

Dengan informasi visual yang akurat, pemudik bisa menghindari titik rawan macet dan menentukan waktu perjalanan yang lebih efisien, terutama pada malam hari saat volume kendaraan meningkat signifikan.

Dari Reseller ke Bisnis Top Up Game 24 Jam, Ini Strategi Ekspansi Bossdiamond

Pemerintah Sediakan Ribuan CCTV, Ini Cara Aksesnya

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Perhubungan telah menyediakan layanan pemantauan lalu lintas berbasis CCTV yang dapat diakses publik secara gratis. 

Jalan Banjarwangi Kembali Viral, Usai Batal Diperbaiku

Layanan ini aktif menjelang puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 18–19 Maret 2026. Pemudik dapat mengakses pantauan melalui situs resmi berikut :

 1. Jalur Nagreg

 2. Jalur Cileunyi

Selain itu, platform seperti LewatMana dan aplikasi Travoy juga menyediakan visual kondisi jalan secara langsung dari berbagai titik strategis.

1.351 Titik CCTV Aktif, Jalur Selatan Jadi Sorotan

Berdasarkan data terbaru, terdapat sekitar 1.351 titik CCTV yang tersebar di jalur tol dan non-tol di seluruh Indonesia, termasuk Jalur Selatan Jawa Barat. Dari jumlah tersebut :

  • 1.270 titik berada di jalan tol
  • 41 titik di jalan nasional non-tol
  • 40 titik terintegrasi dari Kementerian Perhubungan.

Jalur Selatan seperti Nagreg, Limbangan, dan Gentong menjadi titik krusial karena merupakan jalur alternatif utama saat tol mengalami kepadatan. 

Kamera CCTV di titik ini dipasang untuk memantau lonjakan kendaraan, antrean panjang, hingga potensi perlambatan akibat kondisi jalan.

Jalur Selatan Rawan Padat di Malam Hari

Secara historis, Jalur Selatan Jawa Barat mengalami peningkatan volume kendaraan pada malam hari menjelang puncak mudik.

Hal ini dipicu oleh strategi pemudik yang menghindari panas siang hari dan pembatasan kendaraan di beberapa ruas tol.

Pantauan CCTV menjadi dasar penting bagi pihak kepolisian dalam menerapkan rekayasa lalu lintas seperti buka-tutup jalur atau pengalihan arus. 

Selain itu, meningkatnya penggunaan platform digital menunjukkan perubahan perilaku pemudik yang kini lebih mengandalkan data realtime dibanding perkiraan manual.

Halaman Selanjutnya
img_title