Strategi Mudik H-3 Lebaran 2026 Lewat Jalur Selatan Jabar agar Terhindar dari Macet
VIVA - Mudik Lebaran selalu menjadi momen mobilitas terbesar di Indonesia, termasuk di wilayah Jawa Barat yang menjadi salah satu jalur lintasan utama menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Pada periode H-3 Idulfitri 2026, arus kendaraan diprediksi meningkat tajam sehingga pemudik perlu menyiapkan strategi perjalanan yang matang, terutama bagi yang melewati jalur selatan Jawa Barat seperti Nagreg, Limbangan, Tasikmalaya hingga Banjar.
Strategi mudik yang tepat penting agar perjalanan tetap lancar, aman, dan tidak terjebak kemacetan panjang yang kerap terjadi pada masa puncak arus mudik.
Selain berdampak pada kenyamanan perjalanan, perencanaan waktu dan rute juga mempengaruhi keselamatan pengendara.
Dengan memahami pola kepadatan lalu lintas serta memanfaatkan informasi terbaru dari pemerintah, pemudik dapat menghindari titik rawan macet sekaligus mengatur ritme berkendara secara lebih efisien selama perjalanan jarak jauh.
Puncak Arus Mudik Diprediksi Terjadi H-3 Lebaran
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan Jawa Barat telah memprediksi bahwa puncak arus mudik Lebaran 2026 jatuh pada H-3 Idulfitri atau sekitar 18 Maret 2026.
Pada periode ini, jutaan kendaraan diperkirakan bergerak secara bersamaan dari wilayah perkotaan menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.
Jalur selatan Jawa Barat menjadi salah satu rute favorit pemudik selain jalur tol Trans Jawa. Rute ini meliputi Bandung – Cileunyi – Nagreg – Limbangan – Malangbong – Tasikmalaya – Ciamis – Banjar, yang diperkirakan dilalui sekitar 2,9 juta pemudik selama masa mudik Lebaran.
Pemerintah daerah bersama kepolisian dan instansi terkait telah menyiapkan berbagai strategi pengaturan lalu lintas, termasuk rekayasa arus kendaraan serta pemantauan kondisi jalan secara realtime. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan kemacetan di sejumlah titik rawan di jalur selatan.
Data Pergerakan Pemudik Lebaran 2026
Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama mudik Lebaran 2026 mencapai sekitar 143,9 juta orang di seluruh Indonesia.
Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pemudik terbesar di Indonesia. Diperkirakan sekitar 30,97 juta orang berasal dari Jawa Barat, baik sebagai daerah asal maupun lintasan perjalanan menuju wilayah lain di Pulau Jawa.