Strategi Mudik H-3 Lebaran 2026 Lewat Jalur Selatan Jabar agar Terhindar dari Macet
Sementara itu, Dinas Perhubungan Jawa Barat memproyeksikan sekitar 25,6 juta warga melakukan perjalanan selama periode Lebaran, dengan sekitar 96 persen di antaranya melakukan mudik ke kampung halaman.
Lonjakan mobilitas ini menyebabkan sejumlah jalur utama, termasuk jalur selatan, berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas terutama pada periode H-3 hingga H-1 Lebaran.
Analisis: Jalur Selatan Jadi Alternatif Hindari Tol Padat
Dalam beberapa tahun terakhir, jalur selatan Jawa Barat semakin diminati pemudik karena dianggap sebagai alternatif untuk menghindari kepadatan di jalur tol Trans Jawa.
Namun, meningkatnya jumlah pengguna membuat beberapa titik seperti Nagreg, Limbangan, Malangbong, hingga Tasikmalaya kerap menjadi simpul kemacetan saat puncak mudik.
Pemerintah daerah telah memetakan sejumlah jalur alternatif di wilayah selatan Jawa Barat untuk mengurai kepadatan. Beberapa rute alternatif yang disiapkan antara lain Garut–Banyuresmi–Kadungora–Cijapati–Majalaya–Bandung, serta jalur Banjar–Manonjaya–Tasikmalaya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan agar tidak menumpuk pada satu hari tertentu. Kebijakan seperti work from anywhere (WFA) juga disarankan untuk membantu penyebaran waktu mudik sehingga kepadatan lalu lintas dapat berkurang.
Manfaat Strategi Mudik bagi Pemudik
Dengan menerapkan strategi perjalanan yang tepat, pemudik dapat menghindari kemacetan panjang sekaligus menjaga stamina selama perjalanan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain berangkat lebih awal sebelum puncak arus mudik, memanfaatkan informasi lalu lintas realtime seperti CCTV atau aplikasi navigasi, serta mengatur ritme berkendara dengan istirahat setiap beberapa jam perjalanan.
Strategi tersebut tidak hanya membantu menghemat waktu tempuh, tetapi juga meningkatkan keselamatan di jalan.
Perjalanan mudik yang terencana akan membuat pemudik dapat sampai ke kampung halaman dengan lebih nyaman dan aman, sekaligus mengurangi risiko kelelahan yang kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas saat musim mudik.*