Harga Emas Antam 9 Maret 2026 Meroket Imbas Perang Amerika Israel vs Iran
- id.pinterest.com
VIVATechno - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menjadi perhatian investor di Indonesia pada awal pekan Senin, 9 Maret 2026.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, membuat harga emas global mengalami penguatan dan berdampak pada pasar domestik.
Emas dikenal sebagai safe haven asset atau aset lindung nilai ketika situasi global tidak stabil. Ketika konflik geopolitik meningkat, investor biasanya mengalihkan investasi ke emas sehingga harga logam mulia tersebut cenderung naik.
Update Harga Emas Antam 9 Maret 2026
Berdasarkan data resmi situs Logam Mulia Antam, harga emas batangan pada awal Maret masih berada di kisaran Rp3.059.000 per gram, sementara harga buyback berada di sekitar Rp2.822.000 per gram.
Berikut daftar harga emas Antam beberapa ukuran yang menjadi acuan pasar:
Harga emas Antam per gram.
- 0,5 gram: Rp1.579.500
- 1 gram: Rp3.059.000
- 2 gram: Rp6.058.000
- 5 gram: Rp15.070.000
- 10 gram: Rp30.085.000
- 25 gram: Rp75.087.000
- 50 gram: Rp150.095.000
- 100 gram: Rp300.112.000
Harga tersebut merupakan harga dasar sebelum pajak dan dapat berubah mengikuti pergerakan harga emas dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Sejumlah analis memperkirakan harga emas Antam berpotensi menguat hingga Rp3,15 juta per gram jika tren bullish global berlanjut.
Dampak Konflik Amerika–Israel vs Iran terhadap Harga Emas
Kenaikan harga emas global tidak lepas dari eskalasi konflik di Timur Tengah. Serangan militer antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026 meningkatkan ketidakpastian ekonomi global.
Ketegangan tersebut memicu lonjakan harga komoditas energi dan meningkatkan risiko ekonomi dunia. Bahkan harga minyak sempat melonjak hingga sekitar US$111 per barel karena kekhawatiran gangguan pasokan energi dari kawasan Teluk.
Dalam kondisi seperti ini, investor global cenderung mencari aset yang dianggap aman, salah satunya emas. Hal ini membuat harga logam mulia cenderung naik di pasar internasional maupun domestik.
Beberapa analis juga memproyeksikan harga emas masih berpotensi mencetak rekor baru jika konflik geopolitik terus berlanjut dan memicu ketidakpastian ekonomi global.