Cara Menukar Uang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah Tanpa Rugi dan Terhindar Penipuan!
VIVATechno - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026, kebutuhan uang tunai masyarakat diperkirakan meningkat signifikan.
Bank Indonesia (BI) memastikan ketersediaan uang tunai layak edar sebesar Rp185,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan perbankan selama musim Lebaran.
Langkah ini bagian dari program tahunan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) yang bertujuan mengantisipasi lonjakan transaksi tunai serta mengurangi risiko peredaran uang palsu.
Berikut checklist aman bertransaksi uang tunai yang perlu diperhatikan masyarakat agar terhindar dari risiko kerugian, termasuk uang palsu dan penipuan.
Tukar Uang Hanya di Layanan Resmi
Bank Indonesia kembali membuka layanan penukaran uang baru melalui program SERAMBI 2026 hingga pertengahan Maret 2026.
Warga dianjurkan menukar uang lewat kanal resmi seperti kantor cabang BI, layanan kas keliling BI, atau platform resmi seperti PINTAR BI untuk mendapatkan uang layak edar.
Tips aman :
Jangan menukar uang melalui pihak tidak resmi atau perorangan. Periksa kondisi fisik uang (tinta, watermark, benang pengaman) sebelum menerima.
Waspadai Modus Penipuan dan Praktik Ilegal Tunai
Bank dan regulator keuangan Indonesia telah mengimbau masyarakat untuk menghindari praktik ilegal seperti gesek tunai (gestun), yang sering terjadi menjelang musim ramai.
Gestun dapat mengekspos data pribadi dan berisiko tinggi karena tidak dilindungi oleh bank ataupun otoritas.
Checklist aman :
Tolak semua iming-iming yang menjanjikan uang cepat dengan prosedur tidak jelas. Gunakan alat pembayaran digital hanya melalui kanal resmi bank atau aplikasi.
Periksa Uang Tunai Sebelum Transaksi
Saat menerima uang tunai, terutama pecahan baru Lebaran, pastikan melakukan pemeriksaan dasar. Perhatikan watermark, benang pengaman, serta tekstur kertas.
Bandingkan terhadap uang lain yang sudah terbukti asli. BI terus memantau peredaran uang palsu dan mengimbau masyarakat untuk menukarkan atau memeriksa uang di ATM dan bank jika ragu.
Transaksi Tunai dan Digital Gabungkan dengan Bijaksana
Bank Indonesia juga mendorong lebih banyak masyarakat beralih ke pembayaran digital seperti QRIS, khususnya untuk transaksi kecil saat Ramadan dan Lebaran, guna mengurangi risiko menerima uang palsu.