Scan QR Saat Lebaran? Hati-Hati, Modus Baru Ini Bisa Kuras Rekening Seketika

QRIS
Sumber :
  • BCA

VIVATechno - Penggunaan QR Code atau QRIS selama Lebaran 2026 meningkat signifikan seiring tingginya transaksi digital di momen mudik dan libur panjang. 

img_title Kuliah Umum Web3 di Samarinda Hadirkan Pakar Industri Kripto

Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul ancaman serius berupa penipuan QR Code atau dikenal sebagai “quishing”. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Risiko ini penting diwaspadai karena dapat menyebabkan dana pengguna langsung berpindah ke rekening pelaku tanpa disadari, bahkan hanya dalam satu kali scan.

img_title Bongkar Setup Trading Otomatis: Cara Pantau Ribuan Aset Kripto dalam Hitungan Detik

Fenomena ini menjadi krusial bagi pemudik yang mengandalkan pembayaran digital di rest area, tempat wisata, hingga UMKM dadakan. 

Tanpa kewaspadaan, pengguna bisa menjadi korban dalam hitungan detik, terutama saat kondisi terburu-buru di tengah perjalanan Lebaran.

img_title 3 Syarat Mutlak Agar Uang di Bank Dijamin Sepenuhnya oleh LPS

Modus Penipuan QR Code Marak Saat Momentum Lebaran

Penipuan QR Code terjadi ketika pelaku mengganti atau menempelkan QR palsu di atas QR resmi milik merchant. Saat dipindai, sistem tetap menampilkan transaksi normal, namun dana justru masuk ke rekening penipu.

Kasus ini sering ditemukan di lokasi ramai seperti tempat makan, masjid, hingga posko mudik. Bahkan, pelaku juga menyebarkan QR palsu melalui media sosial dengan iming-iming donasi atau promo Lebaran.

Bank Indonesia juga mengingatkan bahwa modus “quishing” berpotensi mencuri data pribadi dan menguras saldo pengguna jika tidak berhati-hati saat memindai QR Code.

Penipuan QR Code Meningkat Seiring Popularitas QRIS

Seiring adopsi QRIS yang terus tumbuh, risiko kejahatan digital juga ikut meningkat. QRIS sendiri merupakan standar pembayaran nasional yang dikembangkan Bank Indonesia sejak 2019 dan kini digunakan puluhan juta pengguna di Indonesia.

Data industri menunjukkan bahwa kasus penipuan QR Code di Indonesia meningkat hingga 160 persen dalam dua tahun terakhir, menandakan tingginya celah eksploitasi oleh pelaku kejahatan digital. 

Pertumbuhan transaksi QRIS yang pesat didukung jutaan merchant dan pengguna aktif menjadi faktor utama meningkatnya target serangan, terutama saat momen Lebaran ketika volume transaksi melonjak drastis.

Faktor Kelengahan Pengguna

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara sistem, QRIS telah dirancang dengan standar keamanan tinggi. Namun, celah terbesar justru berasal dari perilaku pengguna yang tidak melakukan verifikasi sebelum transaksi.

Dalam konteks Lebaran, kondisi terburu-buru, antrean panjang, serta keterbatasan waktu membuat pengguna cenderung langsung scan tanpa mengecek detail. 

Halaman Selanjutnya
img_title