Adopsi AI Tumbuh 47 persen, Amazon Siapkan Talenta Perempuan Sejak SD
- Istimewa
VIVA - Lebih dari 400 siswi dari 10 sekolah di Karawang dan Bekasi mengikuti program Amazon Girls Tech Day yang digelar 7 Februari 2026.
Program tahunan global ini kembali diselenggarakan oleh Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) dengan fokus memperkenalkan kecerdasan buatan (AI), gaming, robotika dan coding kepada pelajar perempuan.
Memasuki tahun keempat di Indonesia, kegiatan ini untuk pertama kalinya diperluas hingga jenjang sekolah dasar.
Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan talenta digital nasional seiring percepatan transformasi berbasis AI.
Respons Pemerintah dan Target 12 Juta Talenta Digital
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Pemerintah menargetkan pembangunan 12 juta talenta digital pada 2030, meningkat dari target awal 9 juta.
Menurutnya, partisipasi perempuan dalam bidang teknologi menjadi kunci untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Ia menilai pengenalan teknologi sejak usia sekolah dapat memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi perubahan lanskap kerja akibat AI.
Amazon Girls’ Tech Day
- Istimewa
Adopsi AI Tumbuh, Kesenjangan Skill Masih Lebar
Berdasarkan laporan terbaru Amazon Web Services (AWS) dan Strand Partners, sekitar 28 persen pelaku usaha di Indonesia atau lebih dari 18 juta bisnis telah mengadopsi AI, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 47 persen pada 2025.
Namun, 57 persen bisnis masih menghadapi kesenjangan keterampilan digital. Data ini menunjukkan urgensi peningkatan literasi dan kompetensi teknologi sejak bangku sekolah.
Indonesia Regional Manager Data Center Operations AWS, Winu Adiarto, menyatakan perluasan program ke tingkat SD bertujuan membangun rasa percaya diri dan minat teknologi sejak dini, khususnya di era AI.
Hadirkan Praktisi Industri Teknologi dan Gaming
Kegiatan menghadirkan sejumlah pemimpin perempuan di sektor teknologi, antara lain Riris Marpaung, CEO & Founder GameChanger Studio Cecilia Astrid Maharani, VP Data & AI di Mekari.
Workshop disesuaikan dengan jenjang usia, mulai dari pengenalan AI dan coding dasar hingga pengembangan game dan robotika untuk pemula. Model pembelajaran berbasis proyek diterapkan untuk melatih problem solving, kolaborasi dan kreativitas.
Cecilia menyebut kurang dari 5 persen perempuan memilih teknologi sebagai karier utama. Ia menilai keberagaman perspektif penting untuk mendorong inovasi industri digital.