Investasi 2025 Jadi Angin Segar Pasar Kerja
- Istimewa
VIVA - Pemerintah mencatat capaian positif di sektor investasi sepanjang 2025. Realisasi investasi nasional mencapai Rp1.931,2 triliun atau tumbuh 12,7 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Angka tersebut setara 101,3 persen dari target pemerintah sebesar Rp1.905,6 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan, capaian investasi tersebut memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja.
Sepanjang 2025, investasi yang masuk ke Indonesia menyerap 2.710.532 tenaga kerja, meningkat 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Parameter utama keberhasilan investasi bukan hanya nilainya, tetapi dampaknya terhadap pembukaan lapangan kerja.
Sepanjang 2025, investasi yang masuk berhasil menciptakan sekitar 2,7 juta lapangan kerja,” ujar Rosan dalam keterangannya, Selasa 20 Januari 2026.
Capaian tersebut mendapat respons positif dari kalangan generasi muda. Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Milenial untuk Indonesia (AMMI), Nurkhasanah, menilai realisasi investasi 2025 mencerminkan implementasi kebijakan pemerintah yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Rosan Roeslani dan Presiden Prabowo
- Istimewa
Menurutnya, arahan Presiden Prabowo Subianto terkait investasi yang berorientasi pada manfaat nyata telah dijalankan secara konkret oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Hal ini dinilai mampu meningkatkan optimisme generasi muda terhadap prospek perekonomian nasional.
“Arahan Presiden Prabowo terealisasi dengan baik melalui kebijakan investasi yang dijalankan. Ini memberikan harapan bagi generasi muda, terutama terkait ketersediaan lapangan kerja,” kata Nurkhasanah.
Ia menambahkan, capaian investasi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan nilai investasi berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja berkualitas, khususnya bagi angkatan kerja muda.
Sebagai pembanding, pada 2024 realisasi investasi tercatat sebesar Rp1.714,2 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai 2.456.130 orang. Dengan demikian, realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja pada 2025 mengalami peningkatan signifikan.
“Kebijakan investasi saat ini tidak hanya berfokus pada pencapaian angka, tetapi memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat melalui perluasan kesempatan kerja,” terangnya.*