Indonesia Masih Jadi Target Ransomware, Ini 4 Red Flag Backup yang Sering Diabaikan

Synology ActiveProtect
Sumber :
  • Istimewa

Model ini tercermin dalam solusi seperti Synology ActiveProtect, yang dirancang untuk menyederhanakan kompleksitas pengelolaan data berskala besar.

Gak Perlu Panik! Begini Cara Mudah Mengembalikan Foto Terhapus di WhatsApp

Red Flag #3

Memiliki backup tidak otomatis berarti aman. Banyak perusahaan masih bergantung pada satu salinan backup tanpa perlindungan tambahan. Ketika ransomware menyerang sistem utama sekaligus lokasi backup, seluruh data bisa hilang dalam satu insiden.

Link Undangan Nikah Digital Jadi Penipuan? Ini Cara Bedakan Asli atau Palsu!

“Banyak perusahaan baru sadar celah ini ketika satu-satunya salinan data bersih sudah tidak bisa digunakan,” ungkap Clara.

Karena itu, perusahaan perlu mengadopsi pendekatan yang lebih matang, seperti immutable backup, penyimpanan off-site, serta pengujian pemulihan secara berkala.

WhatsApp Kamu Bisa Diretas dalam Hitungan Detik! Cegah dengan 7 Cara Ini!

Solusi modern kini mengintegrasikan air-gapped repositories, perlindungan backup yang tidak bisa diubah, hingga verifikasi pemulihan otomatis untuk memastikan data benar - benar dapat dipulihkan saat krisis terjadi.

Red Flag #4

Semakin besar organisasi, semakin luas pula akses ke data sensitif. Tanpa kontrol yang ketat, risiko kebocoran data dari internal baik disengaja maupun tidak menjadi semakin tinggi.

“Tidak semua orang membutuhkan akses ke data yang bersifat kritikal,” tegas Clara.

Penerapan kontrol akses berbasis peran, autentikasi yang kuat, serta pembatasan hak akses menjadi fondasi penting untuk meminimalkan risiko internal dan memperkuat keamanan sistem secara keseluruhan.

Clara memprediksi bahwa perusahaan Indonesia akan bergerak menuju strategi perlindungan data yang lebih terintegrasi, otomatis, dan dapat diverifikasi.

“Keamanan kini bukan lagi soal mencegah serangan, tetapi seberapa cepat bisnis bisa kembali beroperasi secara normal setelah insiden terjadi,” jelasnya.

Sepanjang 2025, Synology aktif mengedukasi pasar Indonesia mengenai pentingnya ketahanan data sebagai fondasi transformasi digital. Ancaman siber yang terus berevolusi menuntut kesiapan jangka panjang, bukan solusi tambal sulam.

Menjelang 2026, perusahaan yang mampu mengenali dan menutup red flag sejak dini akan memiliki keunggulan besar, operasional tetap berjalan, reputasi terjaga dan kerugian dapat ditekan seminimal mungkin.