WhatsApp Kamu Bisa Diretas dalam Hitungan Detik! Cegah dengan 7 Cara Ini!

WhatsApp di Hack
Sumber :
  • id.pinterest.com

 

Smartwatch Rp300 Ribuan Kini Makin Pintar, iTel O23 Plus Jadi Sorotan

VIVATechno — Serangan siber terhadap aplikasi perpesanan seperti WhatsApp terus meningkat sepanjang 2025. Banyak pengguna di Indonesia jadi korban peretasan yang mengakibatkan penyalahgunaan data pribadi hingga penipuan digital.

Agar tetap aman, berikut 7 cara mencegah WhatsApp kamu diretas di 2025 yang wajib diterapkan mulai sekarang :.

Algoritma TikTok Bikin Hoaks Cepat Menyebar? Ini Penjelasannya

1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah (2FA)
Fitur ini menambahkan lapisan keamanan ekstra dengan meminta PIN enam digit saat mendaftarkan ulang nomor WhatsApp. 

Aktifkan di menu Settings > Account > Two-step verification. Jangan Pernah Bagikan Kode OTP ke Siapa Pun.
Kode OTP (One-Time Password) adalah kunci masuk ke akunmu. Jika diterima lewat SMS, jangan pernah bagikan, bahkan ke teman dekat sekalipun.

WhatsApp iPhone Punya Fitur Privasi Baru, Pesan Foto dan Video Kini Hilang Setelah Dibuka

2. Perbarui Aplikasi Secara Berkala
WhatsApp rutin memperbarui sistem keamanannya. Selalu gunakan versi terbaru agar kamu terlindungi dari celah keamanan yang sudah ditambal.

3. Hindari Klik Link Mencurigakan di Chat
Phishing menjadi salah satu metode peretasan paling umum. Jangan sembarang klik tautan dari nomor asing atau grup yang tidak jelas.

4. Gunakan Kunci Aplikasi dan Biometrik
Manfaatkan fitur fingerprint atau face unlock yang kini tersedia di hampir semua ponsel. Ini mencegah orang lain mengakses WhatsApp tanpa izin.

5. Cek Perangkat Tertaut Secara Rutin
Masuk ke Linked Devices dan pastikan tidak ada perangkat asing yang terhubung. Jika mencurigakan, segera logout dari semua perangkat.

6. Waspadai Akun Palsu
WhatsApp tidak pernah mengirim pesan langsung kepada pengguna untuk meminta data pribadi. Abaikan dan laporkan jika menerima pesan semacam ini.

Menurut pakar keamanan siber, banyak pengguna WhatsApp yang diretas karena lengah terhadap hal-hal kecil. Padahal, fitur perlindungan sudah tersedia dan mudah digunakan.

Serangan rekayasa sosial (social engineering) semakin canggih, sehingga edukasi digital literasi kini jadi kebutuhan mendesak di 2025.

Terapkan tujuh langkah di atas agar terhindar dari ancaman peretasan yang makin marak tahun ini.