Ojol, Pedagang Pasar hingga UMKM Kini Punya Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Peserta BPJS Ketenagakerjaan
Sumber :
  • Istimewa

VIVATechno — Kota Bekasi mengambil langkah besar dalam melindungi pekerja informal dan rentan. 

img_title Pendampingan PNM Diklaim Perkuat Ketahanan Keuangan Keluarga

Wali Kota Bekasi, Tri Ardhianto, secara resmi meluncurkan program Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Kota Bekasi yang diberi nama SIGAP (Siap Jaga Pekerja Informal) di Balai Patriot.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Bekasi dalam mewujudkan perlindungan jaminan sosial yang inklusif dan merata. 

img_title Rahasia HP 1 Jutaan Awet Seharian Buat Navigasi Ojol Tanpa Lag

Peluncuran SIGAP turut dihadiri Forkopimda, BPJS Ketenagakerjaan, pelaku usaha, komunitas sosial, akademisi, hingga insan media.

Wali Kota Bekasi, Tri Ardhianto, menegaskan bahwa UCJ bukan sekadar target angka, tetapi komitmen moral pemerintah untuk hadir melindungi seluruh pekerja dari risiko sosial ekonomi.

img_title PosAja UMKM Meluncur di Android, Buka Toko Online dengan Pengiriman Lebih Cepat

“Di balik setiap kartu BPJS Ketenagakerjaan, ada wajah-wajah pengharapan. Pemerintah memastikan tidak ada satu pun pekerja yang tertinggal dari perlindungan,” ujar Tri dalam keterangannya, Senin 24 November 2025.

Tri menjelaskan bahwa Kota Bekasi memiliki ragam jenis pekerja mulai dari karyawan pabrik, pedagang pasar, pelaku UMKM, guru honorer, pengemudi ojol, buruh tani, nelayan, hingga seniman. 

Karena itu, SIGAP disusun agar menjangkau seluruh kelompok pekerja informal tanpa terkecuali. Pada tahap awal, program ini sudah melindungi 11.666 pekerja rentan di wilayah Kota Bekasi.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota, A. Fauzan, menyebut bahwa peluncuran UCJ menjadi bukti kuat kolaborasi pemerintah daerah dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan perlindungan menyeluruh.

“Ini agenda besar. Komitmen Pemerintah Kota Bekasi untuk melindungi seluruh masyarakat pekerja, termasuk sektor informal,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang menargetkan perlindungan bagi tiga juta pekerja informal.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jawa Barat, Kunto Wibowo, mengapresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Bekasi atas keberanian memulai langkah besar menuju Universal Coverage Jamsostek.

“SIGAP adalah contoh konkret bagaimana pemerintah daerah hadir memberi perlindungan menyeluruh bagi pekerja, termasuk sektor informal,” ujar Kunto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia memastikan Kanwil Jabar siap mendukung penuh implementasi UCJ dan mendorong daerah lain mengikuti langkah Bekasi.

“Harapan kami, semakin banyak daerah ikut memastikan pekerjanya terlindungi agar kesejahteraan masyarakat Jawa Barat merata,” tutupnya.*