Komisi Ojol 8 Persen Resmi Berlaku di inDrive, Driver Bakal Untung?
- Istimewa
VIVA - Platform transportasi online inDrive resmi menerapkan komisi sebesar 8 persen untuk layanan roda dua di Indonesia. Kebijakan tersebut diberlakukan setelah pemerintah menerbitkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP-PHB 532 Tahun 2026 yang mengatur penyelenggaraan layanan transportasi berbasis aplikasi.
Langkah ini menjadi penyesuaian kebijakan perusahaan yang telah beroperasi di Indonesia sejak 2019 sekaligus bentuk kepatuhan terhadap regulasi terbaru pemerintah.
inDrive menyebut kebijakan tersebut juga diarahkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan mitra pengemudi dan menjaga keberlanjutan industri transportasi online.
Selain menerapkan komisi baru, inDrive menilai penguatan ekosistem transportasi online memerlukan kebijakan yang lebih komprehensif.
Perusahaan mendorong struktur tarif yang dinilai lebih berkeadilan dengan dukungan pemerintah melalui berbagai langkah strategis, termasuk subsidi bahan bakar maupun skema insentif lainnya.
Country Manager inDrive Indonesia, Rio Aristo, mengatakan keberlanjutan industri tidak hanya bergantung pada besaran komisi, tetapi juga keseimbangan kepentingan antara pengguna, mitra pengemudi, dan penyedia platform.
Menurut Rio, struktur tarif digital perlu dirancang dengan mempertimbangkan kondisi pasar secara menyeluruh agar mampu menjaga operasional perusahaan sekaligus membuka ruang inovasi di tengah perkembangan kebutuhan masyarakat.
"Untuk memastikan keberlanjutan ekosistem industri transportasi online, kami mendukung penerapan kebijakan komisi yang progresif dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar secara menyeluruh," ujar Rio Aristo.
inDrive Dorong Ekosistem Berkelanjutan
Driver inDrive
- Istimewa
inDrive menegaskan akan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku dalam industri transportasi online, termasuk implementasi Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026.
Perusahaan juga menyatakan siap bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan agar penerapan regulasi dapat berjalan secara efektif, adil, dan berkelanjutan.
Rio mengatakan perlindungan terhadap mitra pengemudi harus berjalan seiring dengan keberlangsungan ekosistem digital.
Karena itu, perusahaan membuka ruang dialog bersama pemerintah untuk memastikan kebijakan yang diterapkan mampu memberikan manfaat bagi seluruh pihak. Seiring berlakunya regulasi baru, inDrive berharap proses implementasi dilakukan secara bertahap dan transparan.
Menurut perusahaan, koordinasi antara pemerintah, pelaku industri, mitra pengemudi, hingga masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem transportasi online yang sehat.