AI Bisa Bikin Kaya tapi Juga Bisa Ngancam Karier

Ilustrasi Kecerdasan Buatan
Sumber :
  • id.pinterest.com

Sementara Fairiandi menegaskan pentingnya kontrol manusia dalam proses kreatif. “AI itu gak mungkin sekali jadi. Standarnya bisa beda sama standar kita. Makanya manusia tetap harus being control,” ujarnya.

Asisten AI Smartphone Terbaik 2026: Cek Beda Gemini, Siri dan Galaxy AI

AI untuk Produktivitas dan Pertumbuhan

Sesi ketiga bertajuk “AI for Better Productivity & Growth” mengulas peran AI dalam meningkatkan efisiensi kerja dan pengambilan keputusan.

HP Lipat Tipis di 2026 Resmi Rilis, Tebalnya Cuma 4,1 mm!

Diskusi ini menghadirkan Sr Content Operations Manager TikTok Indira Naratisa, Content & Campaign Specialist Ogilvy Buchara Runyandra, dan CEO Videoin.id Bontot Pandawa, dimoderatori oleh Ignatius Hendrik dari Pranala Social.

Para narasumber sepakat bahwa tantangan terbesar bukan hanya soal teknologi, tetapi menjaga keseimbangan antara efisiensi dan sisi kemanusiaan.

Tablet AI Makin Perkasa! Akankah Laptop Kerja Segera Tergeser di 2026?

“AI bisa memperkuat logika, tapi gak akan pernah bisa dapetin humanity. Rasa dan pengalaman itu tetap milik manusia,” tegas Buchara.

Melalui AiDEA Weeks 2025, publik diajak untuk tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga aktor yang paham arah dan etika pemanfaatan teknologi ini.
Forum ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara manusia dan AI bisa melahirkan inovasi yang produktif, bertanggung jawab, dan tetap humanis.