AI Bisa Bikin Kaya tapi Juga Bisa Ngancam Karier
- id.pinterest.com
Sementara Fairiandi menegaskan pentingnya kontrol manusia dalam proses kreatif. “AI itu gak mungkin sekali jadi. Standarnya bisa beda sama standar kita. Makanya manusia tetap harus being control,” ujarnya.
AI untuk Produktivitas dan Pertumbuhan
Sesi ketiga bertajuk “AI for Better Productivity & Growth” mengulas peran AI dalam meningkatkan efisiensi kerja dan pengambilan keputusan.
Diskusi ini menghadirkan Sr Content Operations Manager TikTok Indira Naratisa, Content & Campaign Specialist Ogilvy Buchara Runyandra, dan CEO Videoin.id Bontot Pandawa, dimoderatori oleh Ignatius Hendrik dari Pranala Social.
Para narasumber sepakat bahwa tantangan terbesar bukan hanya soal teknologi, tetapi menjaga keseimbangan antara efisiensi dan sisi kemanusiaan.
“AI bisa memperkuat logika, tapi gak akan pernah bisa dapetin humanity. Rasa dan pengalaman itu tetap milik manusia,” tegas Buchara.
Melalui AiDEA Weeks 2025, publik diajak untuk tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga aktor yang paham arah dan etika pemanfaatan teknologi ini.
Forum ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara manusia dan AI bisa melahirkan inovasi yang produktif, bertanggung jawab, dan tetap humanis.