Bukan Soal Merek, Ini Rahasia Memilih Nutrisi Anak yang Lebih Sehat
- Istimewa
3. Kenali gula tambahan dalam produk
Orang tua juga diminta lebih teliti mengenali gula tambahan yang tercantum dalam komposisi produk. Gula tambahan bisa muncul dalam berbagai nama seperti sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup jagung, hingga maltodekstrin.
Menurut Prof. Rini, paparan gula tambahan secara berlebihan pada usia dini dapat memengaruhi pola makan anak di kemudian hari.
“Anak yang terbiasa dengan rasa manis berpotensi lebih menyukai makanan atau minuman manis dibanding makanan alami seperti sayur dan buah,” katanya.
4. Baca tabel informasi nilai gizi
Selain daftar komposisi, tabel informasi nilai gizi juga perlu diperhatikan sebelum membeli produk nutrisi anak. Informasi tersebut memuat kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral per sajian.
Prof. Rini menilai daftar komposisi dan informasi nilai gizi harus dibaca bersamaan agar orang tua memahami kandungan produk secara lebih utuh.
Ia juga menegaskan tidak ada satu produk yang dapat menggantikan pola makan sehat secara keseluruhan. Nutrisi anak tetap perlu dibangun melalui variasi makanan, pola makan seimbang, dan lingkungan makan yang baik.
Di akhir keterangannya, Prof. Rini kembali mengingatkan bahwa Air Susu Ibu atau ASI tetap menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada awal kehidupan.
Penggunaan produk nutrisi anak sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak serta dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.