Harga MacBook dan iPad Resmi Naik, Saham Apple Langsung Terjun Bebas
- id.pinterest.com
VIVA Techno – Gelombang kecerdasan buatan (AI) yang selama dua tahun terakhir menjadi motor utama industri teknologi ternyata mulai membawa konsekuensi baru bagi konsumen. Jika sebelumnya persaingan hanya berfokus pada kemampuan AI di smartphone, laptop, dan tablet, kini dampaknya merembet ke harga perangkat.
Permintaan komponen untuk server AI yang terus melonjak membuat pasokan memori dan penyimpanan semakin ketat. Kondisi tersebut mendorong biaya produksi perangkat elektronik ikut meningkat. Situasi ini kini mulai dirasakan oleh Apple, yang akhirnya mengambil langkah menaikkan harga sejumlah produk MacBook dan iPad di Amerika Serikat.
Berdasarkan informasi dari keterangan resmi Apple yang dikutip sejumlah media teknologi internasional, perusahaan mengakui kenaikan harga tersebut dilakukan karena biaya komponen memori dan penyimpanan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Langkah ini sekaligus menjadi perubahan penting karena sebelumnya Apple dikenal cukup lama menahan kenaikan harga produknya meski biaya produksi meningkat.
Daftar penyesuaian harga yang diumumkan meliputi:
- MacBook Neo dari US$599 menjadi US$699.
- MacBook Air 512GB dari US$1.099 menjadi US$1.299.
- MacBook Pro 1TB dari US$1.699 menjadi US$1.999.
- iPad Air 128GB dari US$599 menjadi US$749.
- iPad Pro Wi-Fi 256GB dari US$999 menjadi US$1.199.
Kenaikan tersebut terutama terjadi pada varian dengan kapasitas memori dan penyimpanan lebih besar. Hal ini menunjukkan bahwa komponen tersebut kini menjadi salah satu biaya produksi terbesar dalam industri perangkat komputasi modern.
Dalam pernyataannya, Apple menyebut industri elektronik sedang menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ledakan pembangunan pusat data AI membuat kebutuhan memori berkecepatan tinggi meningkat drastis sehingga harga komponen ikut melonjak.
Bagi pengguna, kondisi ini menjadi sinyal bahwa spesifikasi seperti RAM dan penyimpanan kini bukan lagi sekadar angka di atas kertas. Semakin canggih fitur AI yang dijalankan langsung di perangkat, semakin besar pula kebutuhan terhadap memori berkapasitas tinggi agar proses komputasi berjalan cepat tanpa bergantung penuh pada cloud.
Dampak keputusan Apple ternyata tidak hanya dirasakan konsumen. Setelah pengumuman kenaikan harga tersebut, saham perusahaan langsung ditutup turun lebih dari 6 persen dalam perdagangan Kamis waktu Amerika Serikat. Penurunan itu menjadi yang terbesar sejak April 2025.