Harga MacBook dan iPad Resmi Naik, Saham Apple Langsung Terjun Bebas
- id.pinterest.com
Reaksi pasar menunjukkan investor masih mencermati apakah kenaikan harga akan memengaruhi permintaan terhadap produk Apple, terutama ketika persaingan laptop premium dan tablet semakin ketat.
Mengutip laporan Counterpoint Research, harga komponen memori dan penyimpanan bahkan disebut telah melonjak hingga empat kali lipat dalam tiga kuartal terakhir. Salah satu penyebab utamanya adalah produsen chip kini lebih banyak mengalokasikan kapasitas produksi untuk membuat memori bandwidth tinggi yang dibutuhkan server AI.
Analis Counterpoint Research, Tarun Pathak, memperkirakan lonjakan biaya komponen dapat menambah sekitar US$200 terhadap biaya produksi sebuah iPhone. Ia juga memproyeksikan kenaikan harga sekitar US$150 hingga US$200 berpotensi terjadi di berbagai lini produk Apple, terutama pada model dengan konfigurasi memori tinggi.
Sementara itu, menurut laporan IDC, tren AI juga membuat kebutuhan RAM pada perangkat baru semakin besar. Seluruh generasi iPhone berikutnya diperkirakan akan beralih menggunakan RAM 12GB agar mampu menjalankan fitur Apple Intelligence secara optimal.
Insight menariknya, AI kini bukan hanya menjadi fitur pemasaran, melainkan mulai menentukan arah desain perangkat keras. Produsen tidak cukup hanya menghadirkan prosesor lebih cepat, tetapi juga harus menyediakan kapasitas RAM dan penyimpanan yang lebih besar agar berbagai fitur AI dapat diproses langsung di perangkat dengan respons yang lebih cepat dan tingkat privasi yang lebih baik.
Di sisi lain, Apple masih belum mengumumkan kenaikan harga untuk lini iPhone. Namun, pernyataan CEO Tim Cook sebelumnya mengindikasikan bahwa perusahaan tidak lagi mampu sepenuhnya menyerap lonjakan biaya komponen seperti beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai penyesuaian harga iPhone. Karena itu, berbagai prediksi mengenai kenaikan harga smartphone Apple masih sebatas laporan awal dari analis industri.
Ke depan, tren ini kemungkinan tidak hanya dialami Apple. Jika permintaan chip AI terus meningkat, produsen laptop, tablet, hingga smartphone lain berpotensi menghadapi tantangan serupa. Konsumen pun tampaknya harus mulai bersiap menghadapi era ketika perkembangan AI tidak hanya menghadirkan fitur baru, tetapi juga ikut menentukan harga perangkat yang mereka beli.*