Chip 500Hz di Bola Piala Dunia 2026, Offside Makin Sulit Diperdebatkan
- Istimewa
VIVATechno - Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan format baru dengan 48 peserta, tetapi juga membawa inovasi teknologi yang belum pernah ada sebelumnya.
Bola resmi turnamen yang diberi nama TRIONDA dilengkapi chip sensor berteknologi tinggi yang mampu melacak setiap sentuhan pemain secara real time. Teknologi tersebut dikembangkan oleh Adidas bersama FIFA sebagai bagian dari sistem "Connected Ball Technology".
FIFA menjelaskan bahwa sensor yang tertanam di dalam bola bekerja menggunakan Inertial Measurement Unit (IMU) yang mampu mengumpulkan data hingga 500 kali per detik. Data tersebut kemudian dikirim secara instan ke sistem pertandingan dan Video Assistant Referee (VAR).
Menurut FIFA, teknologi ini dirancang untuk membantu pengambilan keputusan wasit menjadi lebih cepat dan akurat, terutama dalam situasi offside, handball, hingga defleksi bola yang sulit terlihat oleh mata manusia.
Bagaimana Cara Kerja Chip di Dalam Bola?
TRIONDA merupakan penerus teknologi yang pertama kali diperkenalkan pada Piala Dunia Qatar 2022 melalui bola Al Rihla. Namun, versi terbaru yang digunakan pada Piala Dunia 2026 menghadirkan peningkatan signifikan.
Sensor gerak 500Hz mampu merekam posisi, arah, kecepatan, dan momen kontak bola dengan pemain secara presisi. Ketika seorang pemain menyentuh bola, sistem langsung mencatat waktu dan lokasi sentuhan tersebut.
Informasi itu kemudian dikombinasikan dengan teknologi semi-automated offside yang memanfaatkan jaringan kamera stadion untuk melacak posisi pemain. Dengan kombinasi data dari bola dan kamera, FIFA berharap keputusan offside dapat diambil lebih cepat sekaligus mengurangi potensi kontroversi di lapangan.
Bola Piala Dunia 2026 Bahkan Harus Diisi Daya
Salah satu fakta menarik dari TRIONDA adalah keberadaan baterai yang membuat bola harus diisi daya sebelum digunakan dalam pertandingan resmi. Sensor internal membutuhkan pasokan energi agar dapat terus mengirimkan data secara real time selama laga berlangsung.
Selain chip canggih, Adidas juga merancang TRIONDA dengan konstruksi empat panel termal yang diklaim mampu meningkatkan stabilitas terbang dan akurasi bola. Jumlah panel tersebut menjadi yang paling sedikit dalam sejarah bola resmi Piala Dunia.