AC Hemat Listrik vs AC Standar, Ini Data Nyata Selisih Biaya Listriknya
VIVATechno — AC hemat listrik kembali jadi sorotan setelah sejumlah data resmi menunjukkan perbedaan signifikan biaya listrik dibanding AC standar.
Teknologi inverter dan low-watt disebut mampu memangkas konsumsi energi hingga 20–50 persen, tergantung pola pemakaian dan kapasitas ruangan.
Berdasarkan data Energy Star 2025, AC efisiensi tinggi rata-rata menggunakan listrik lebih rendah dibanding model non-inverter, dengan potensi penghematan biaya energi ratusan ribu per tahun dalam jangka panjang.
Departemen Energi Amerika Serikat mencatat AC efisiensi tinggi dapat menurunkan biaya energi tahunan secara signifikan dibanding AC standar.
Dalam simulasi penggunaan jangka panjang, selisih biaya operasional bisa mencapai ribuan dolar selama umur pakai perangkat.
Tren AC Hemat Listrik Menguat di Indonesia
Ilustrasi AC Inverter
- -
Sejumlah produsen elektronik yang beroperasi di Indonesia sepanjang November–Desember 2025 merilis AC inverter dan low-watt dengan klaim efisiensi di atas 50 persen.
Teknologi ini dirancang untuk iklim tropis dengan penggunaan AC harian yang tinggi. Berbeda dengan AC standar yang bekerja dengan sistem hidup-mati penuh, AC inverter menyesuaikan kerja kompresor secara bertahap.
Pola ini membuat konsumsi listrik lebih stabil dan mencegah lonjakan daya yang biasa terjadi pada AC konvensional.
Beberapa AC low-watt kapasitas kecil tercatat hanya membutuhkan daya sekitar 330 watt, sehingga cocok untuk rumah dengan daya listrik terbatas dan penggunaan harian panjang.
Data resmi hingga akhir 2025 menunjukkan AC hemat listrik unggul dalam efisiensi energi dan biaya jangka panjang dibanding AC standar. Meski harga awal lebih tinggi, selisih biaya listrik membuat teknologi ini semakin relevan untuk rumah tangga di Indonesia.