Rekomendasi Smartwatch 200 Ribuan 2026, Bukan Kaleng-Kaleng
VIVA Techno – Perkembangan industri wearable dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pergeseran yang cukup signifikan. Smartwatch tidak lagi diposisikan sebagai aksesori tambahan, melainkan bagian dari ekosistem digital harian yang membantu pengguna tetap terhubung, produktif, sekaligus menjaga kesehatan. Menariknya, tren ini tidak hanya terjadi di segmen premium, tetapi juga merambah pasar entry-level dengan harga yang semakin terjangkau.
Di tahun 2026, kategori smartwatch di kisaran Rp200 ribuan justru menjadi salah satu segmen paling agresif. Produsen berlomba menghadirkan fitur yang dulu hanya ditemukan pada perangkat kelas menengah, seperti panggilan Bluetooth, pemantauan kesehatan real-time, hingga dukungan aplikasi olahraga. Kondisi ini mencerminkan bagaimana persaingan di industri wearable semakin menekan batas antara harga dan kemampuan perangkat.
Baterai Besar Jadi Senjata Utama di Kelas Murah
Salah satu pendekatan paling mencolok datang dari Olike Meta S2. Smartwatch ini menonjol karena kapasitas baterai 1000 mAh yang jauh di atas rata-rata kompetitornya. Dalam penggunaan normal, perangkat ini dapat bertahan beberapa hari tanpa perlu sering diisi ulang.
Langkah ini menunjukkan bahwa daya tahan baterai kini menjadi salah satu faktor penentu utama di segmen smartwatch murah. Pengguna kelas entry-level cenderung mengutamakan kepraktisan, sehingga perangkat yang tidak sering diisi ulang memiliki nilai lebih tinggi dalam penggunaan sehari-hari. Selain itu, dukungan fitur seperti Bluetooth Call, pemantauan detak jantung, SpO2, hingga integrasi Strava memperluas fungsinya sebagai pendamping aktivitas olahraga ringan.
Kehadiran fitur tersebut mengindikasikan bahwa produsen tidak lagi sekadar mengejar harga murah, tetapi juga mencoba membangun pengalaman penggunaan yang lebih “serius” di segmen bawah.
Keseimbangan Fitur Jadi Daya Tarik Utama
Di sisi lain, Advan S1 V2 hadir dengan pendekatan berbeda yang lebih seimbang antara fitur dan stabilitas. Dukungan Bluetooth 5.3, AI Voice, serta lebih dari 100 mode olahraga membuatnya terasa lebih matang untuk penggunaan harian.
Fitur kesehatan seperti heart rate, SpO2, hingga pemantauan tekanan darah memperlihatkan bagaimana perangkat di kelas ini mulai mengejar fungsi kesehatan yang lebih luas. Bahkan fitur seperti menstrual cycle tracking menunjukkan bahwa wearable kini mulai menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengguna yang lebih personal.